batampos.co.id – Pasca libur Natal dan Tahun Baru 2020, jumlah pencari kerja (Pencaker) dari luar daerah mengalami peningkatan.

Setiap hari, pengajuan kartu kuning atau kartu untuk mencari kerja, mencapai 100 pengajuan di Kantor Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam di Sekupang.

Kepala Disnaker Batam, Rudi Sakyakirti, mengatakan, peningkatan ini memang sering terjadi di waktu-waktu tertentu seperti usai Tahun Baru, Natal, Lebaran serta kelulusan sekolah.

”Iya memang begitu setiap tahunnya. Kami tetap layani dan yang terpenting itu ke-tersediaan AK1 ada,” ujarnya, Selasa (14/1/2020).

Baca Juga: Mau Cari Kerja di Batamindo? Datang Pagi-pagi Ya…

Persaingan upah di masing-masing kota, kata dia, menjadi salah satu faktor tingginya serbuan pencaker ke Batam.

Jika dibandingkan daerah lain di Sumatera, Batam memiliki UMK tertinggi, sehingga membuat pencaker menyerbu dan berbondong-bondong datang ke kota ini.

Ribuan pencari kerja memadati MPH Batamindo. Pasca libur natal dan tahun baru para pencari kerja luar daerah menyerbu Kota Batam. Foto: batampos.co.id/Azis Maulana

”Upah tinggi, sedangkan lowongan tidak (banyak). Ini membuat persaingan makin tinggi,” ujarnya.

Berkaca dari kegiatan pameran perekrutan tenaga kerja atau job fair tahun lalu, jumlah pelamar yang mencari pekerjaan mencapai empat ribu orang, sedangkan yang diterima hanya dua ratus orang.

Hal ini membuktikan jumlah lowongan tidak sanggup untuk menampung semua jumlah pencaker.

Baca Juga: 4 Perusahaan di Batamindo yang Kerap Merekrut Karyawan Baru

”Karena kan perusahaan tidak setiap waktu buka lowongan. Jadi pencaker harus memiliki keahlian biar langsung diterima. Ini bisa menekan persaingan,” beber Rudi.

Ia menambahkan, awal tahun ini, permintaan AK1 didominasi lulusan SMA sederajat. Sedangkan untuk S1 tidak banyak, sebab sudah menemukan pekerjaan dengan sendirinya yang sesuai dengan keahlian mereka.

”Mayoritas itu semua. Yang S1 tak banyak yang minta AK1,” imbuhnya.

Setiap tahun, angka pencari kerja mencapai 41 ribu lebih. Untuk penyerapan tahun lalu, lebih tinggi yaitu 37 ribu. Ini berdasarkan pencaker yang melapor ke kantor Disnaker Batam.

”Sebenarnya mereka wajib lapor ya. Karena data itu akan dibutuhkan saat perpanjangan AK1 nantinya,” tutupnya.(yui)