batampos.co.id – Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai (KPU BC) Batam berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis ekstasi, Kamis (9/1/2020) pagi, di terminal kedatangan internasional Pelabuhan Feri Internasional Harbour Bay.

Modusnya, pil ekstasi ini dicampur ke dalam bingkisan makanan ringan atau snack. Kepala Bea Cukai Batam, Susila Brata, mengatakan, barang haram tersebut diamankan dari kurir bernama Je.

Pria asal Medan ini memasukkan 30.037 butir pil ekstasi yang utuh, dan 31,7 gram ekstasi yang hancur ke dalam 11 bingkisan snack.

“Seluruh ekstasi ini dicampurkan ke dalam makanan ringan. Bingkisan dibuka lalu dikemas lagi seperti baru,” kata Susila, Selasa (14/1/2020).

Susila menjelaskan, ribuan pil ekstasi ini dibawa tersangka dari Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia.

Bingkisan makanan tersebut dibawa bersama koper, tas kecil, dan dua tentengan tas plastik.

“Dengan penindakan ini, kita langsung serahkan ke Ditresnarkoba Polda Kepri untuk tindakan lebih lanjut,” ujarnya.

Je, kurir 30.037 butir pil ekstasi yang dikemas dalam 11 bingkisan snack dikawal petugas KPU BC Tipe B Batam di kantor KPU BC Batam, Selasa (14/1/2020). Je membawa ribuan ekstasi ini dari Malaysia dan diamankan di Pelabuhan Ferry Internasional Harbour Bay, Batuampar. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Susila menambahkan, penyelundupan narkotika ke Batam memang kerap melalui Pelabuhan Stulang.

Oleh karena itu, ia meminta pihak Bea Cukai dan Kepolisian Malaysia untuk memperketat pengawasan.

“Kita akan koordinasikan. Kami juga sampaikan kepada penumpang, awak sarana pengangkut dan pihak Imigrasi,” tuturnya.

Sementara itu, Wadir Ditresnarkoba Polda Kepri, AKBP S.O.M Pardede, mengatakan, barang haram tersebut akan dibawa dan dijual di Jakarta. Tersangka sendiri mendapatkan upah sebesar Rp 50 juta.

“Untuk mengetahui siapa di belakangnya ataupun pemilik barang ini, kita berkoordiasi dengan Bareskrim,” kata Pardede.

Pardede menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki pemilik ekstasi tersebut dengan memeriksa ponsel milik tersangka.

“Untuk modusnya menggunakan modus lama dengan memasukkan ke dalam makanan,” katanya.

Sedangkan dari pengakuan Je, ia ke Malaysia untuk berbelanja barang dagangan, baju. Kemudian, rekannya berinisial P menitipkan oleh-oleh untuk saudaranya di Jakarta.

“Saya tidak tahu kalau itu isinya (ekstasi), karena teman menitip. Saya janji akan terbuka kepada petugas untuk kasus ini,” kata pria 28 tahun ini.(opi)