batampos.co.id – Layanan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Batam di Batuaji kembali jadi sorotan.

Stok obat bius di rumah sakti pemerintah itu habis dan berimbas pada penanganan pasien.

Beberapa operasi atau pembedahan enam pasien yang sudah dijadwalkan, Rabu (15/1) pagi terpaksa ditunda.

Hingga pukul 13.00 WIB enam pasien tersebut belum bisa ditangani tim medis RSUD Embung Fatimah.

Informasi yang didapat, enam pasien ini terdiri dari dua pasien yang akan menjalani operasi caesar atau melahirkan, satu pasien emergency dan tiga pasien pembedahan terjadwal.

Karina satu dari dua pasien yang akan menjalani operasi caesar saat dijumpai Batam Pos membenarkan penundaan jadwal operasi caesarnya.

Ilustrasi Obat Bius. Foto: Pixabay

“Tadi pukul 10.00 WIB jadwalnya tapi tertunda. Bius habis. Ini masih tunggu (jadwal selanjutnya) lagi,” ujar Karina saat dijumpai di ruangan persiapan persalinan RSUD.

Febrian suami Karina mengaku cukup kecewa dengan penundaan jadwal operasi isterinya itu. Padahal kandungan sang isteri dalam kondisi tak baik karena terus mengalami kontaksi.

“Usia kandungan belum genap makanya was-was saya dari tadi,” katanya.

“Biasanya kalau situasi begini segera ditangani tapi ini malah tertunda. Kecewa sekali padahal ini rumah sakit bukan klinik ini,” ujarnya.

Manajemen RSUD saat dikonfirmasi mengakui adanya persoalan tersebut. Keterlambatan penanganan pasien bedah dan operasi ini memang karena kekosongan stok obat bius.

“Beberapa jam saja tertunda karena siang ini sudah ada lagi,” ujar Case Manajer RSUD Embung Fatimah Batam Atika.

“Obatnya sudah ada dan sedang kami jadwalkan ulang semua pasien yang akan menjalani pembedaan,” katanya.(eja)