batampos.co.id – Kerangka manusia yang ditemukan di dalam warung di Pantai Melur, Kelurahan Sijantung, Galang, diduga adalah Agus Slamet, warga Patam Lestari, Sekupang.

Pria 30 tahun ini dilaporkan menghilang sejak 21 April 2019 lalu. Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Andri Kurniawan, mengatakan, identitas Agus Slamet didapatkan dari kunci motor yang ditemukan dari kantong celana kerangka tersebut.

Kunci itu ternyata cocok dengan penemuan sepeda motor Honda CB150R dengan nomor polisi BP 2479 JR warna putih, yang ditemukan warga dan langsung diamankan di Polsek Galang pada 3 Mei 2019 lalu.

“Kunci tersebut ternyata cocok dengan motor yang diamankan warga tak jauh dari lokasi warung. Jadi, kita langsung melakukan pengecekan ke leasing dan didapatkan data korban,” kata Andri di Mapolresta Barelang, Selasa (14/1/2020).

Kasat Reskrim Kompol Andri Kurniawan bersama Kapolsek Galan dan jajaran menunjukan barang bukti dan foto Penemuan Kerangka Manusia di Galang saat ekspso di Mapolres Barelang, Selasa (14/1/2020). Foto: Yofi/batampos.co.id

Andri menjelaskan, untuk memastikan identitas korban, pihaknya masih menunggu hasil identifikasi Tim Forensik Polda Kepri. Sebab, pengecekan membutuhkan waktu lama.

“Karena di kerangka itu hanya tersisa gigi. Maka pengecekan membutuhkan waktu yang lebih lama,” kata Andri.

Dari keterangan keluarga Agus, sebelum dilaporkan hilang, ia sempat pamit untuk keluar rumah. Selama ini, Agus bekerja sebagai karyawan swasta.

“Setelah putus komunikasi, keluarganya langsung melaporkan kehilangan ke pihak kepolisian,” kata Andri.

Andri menjelaskan, kerangka tubuh Agus tersebut berada di dalam warung yang tak dihuni selama 3 tahun. Bahkan, di sekitar kerangka ditemukan seutas tali yang diikat ke pohon.

“Apakah bunuh diri atau tidak, belum bisa dipastikan. Namun, di sekitar warung tidak ada penghuninya,” ungkapnya.

Andri menambahkan, kerangka manusia tersebut pertama kali ditemukan pemilik warung, Mustar Yatim. Rencananya, warung tersebut akan disewakan ke Triyono.

“Saat pemilik ke lokasi, pintu depan warung tersebut dalam keadaan terkunci dari dalam, dan pintu belakang tergembok,” kata Andri.(opi)