batampos.co.id – AL terdakwa kasus penjambretan divonis 2,6 tahun atau 30 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Batam.

Menurut majelis hakim yang diketuai Jasael, AL dinilai terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

“Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan dan menetapkan Terdakwa tetap berada dalam tahanan,” ujar hakim ketua Jasael, Rabu (15/1/2020).

Dimana, vonis tersebut sama dengan tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Mega Tri Astuti.

Atas putusan tersebut, resididivis dalam perakara pencurian sepeda motor tahun 2017 lalu itu menerima atas vonis yang diberikan majelis hakim.

Ilustrasi

“Saya menerima yang mulia,” ujarnya tertunduk.

Dalam dakwaan JPU, diketahui kejadian ini bermula dari terdakwa bersama dengan rekannya MR bersepakat melakukan penjambretan.

Saat tiba di depan Top 100 Bengkong, terdakwa melihat korban tengah memegang ponselnya.

Selanjutnya terdakwa memepet sepeda motor korban dan merampas ponsel yang dipegang korban.

Korban kemudian berusaha mengejar terdakwa sambil berteriak maling.

Saat berada di Simpang Empat Bengkong Harapan, korban menarik baju MR. MR yang terjatuh langsung diamankan warga dan menjadi bulan-bulanan warga.

Sementara terdakwa berhasil melarikan diri dan ditangkap oleh Polsek Bengkong di kawasan Bengkong Dalam pada September 2019 lalu.

“Bahwa akibat perbuatan terdakwa, saksi korban Monica Panjaitan dan saksi Lasma Angelina Sihombing mengalami luka pada beberapa bagian tubuh,” ujar JPU Mega.(gie)