batampos.co.id – Awal tahun ini beberapa sektor industri mulai memperlihatkan perkembangan yang positif. Hal ini terbukti dengan dibuka lapangan kerja di perusahaan minyak dan gas (Migas).

”Kalau yang lapor secara resmi memang belum ada. Namun, informasi yang saya terima, kawasan industri di Kabil banyak butuh pekerja,” kata Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Batam, Rudi Sakyakirti, Rabu (15/3/2020).

Menurutnya, perusahaan memang memiliki kewajiban untuk melaporkan informasi lowongan ke Disnaker.

Namun, hingga kini tidak berjalan dengan baik. Sebab tidak ada aturan yang mengikat dan sanksi bila tidak melapor.

”Mereka lebih suka buka langsung lowongan kerja. Kadang kami tahunya setelah turun ke lapangan,” sebutnya.

Menurut Rudi, perusahaan besar yang beroperasi di Batam tengah mendapatkan proyek dan akan dikerjakan selama tahun ini. Masuknya permintaan ini berdampak terhadap kebutuhan pekerja.

”Masih perusahaan lama juga seperti SMOE, McDermott dan perusahaan lainnya. Karena masih awal tahun, kami belum ada data,” jelasnya.

Ilustrasi. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

“Mungkin di bulan kedua nanti ada perusahaan yang lapor, setelah itu baru kami bisa data berapa lowongan yang ada di awal tahun ini,” bebernya lagi.

Rudi menambahkan, melihat kondisi di Multi Purpose Hall (MPH) Batamindo yang ramai pencari kerja setiap harinya, hal ini membuktikan jumlah pencari kerja masih tinggi.

Awal tahun ini belum banyak perusahaan yang buka. Karena tahun lalu mereka sudah buka perekrutan.

”Itu sektor industri. Yang belum ada perkembangan itu galangan kapal. Sektor yang paling ramai dulunya masih belum ada peningkatan. Jumlahnya masih segitu-gitu saja,” imbuhnya.

Ia menyebutkan sektor industri masih yang paling ramai. Hingga kini terdapat sedikitnya 2.368 perusahaan yang bergerak di bidang tersebut.

Disusul bidang perhotelan dan perdagangan sebanyak 1.813 perusahaan. Bidang jasa 1.251 perusahaan. Selanjutnya bidang keuangan dan asuransi sebanyak 548 perusahaan, bangunan 942 perusahaan dan berbagai perusahaan lainnya.

”Total ada 7.294 perusahaan yang aktif saat ini. Inilah yang diperebutkan hampir 40 ribu pencaker setiap tahunnya. Kemampuan mereka hanya untuk mengisi lowongan operator. Kalau di atasnya belum banyak,” terang Rudi. (*)