batampos.co.id – Empat pelaku pembobolan rumah dibekuk Polisi Sektor (Polsek) Sagulung. Dua dari empat pelaku dihadiahi timah panas karena mencoba kabur saat akan ditangkap.

Mereka ialah Id, So alias To, BI dan DW. Dua pelaku yang dihadiahi timas panas di bagian betis adalab Id dan So alias To.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto, mengatakan, kompolotan tersebut sudah beraksi di puluhan TKP dari berbagai wilayah di Kota Batam.

Dalam menjalanlan aksi kejahatannya, mereka tak segan-segan melukai dan menyekap pemilik rumah.

“Ini pernah terjadi saat mereka membobol sebuah rumah di perumahan Putera Jaya Kelana Bengkong,” ujarnya.

Kapolsek mengatakan, seorang remaja yang masih duduk di bangku SMP disekap di dalam rumahnya oleh empat pelaku.

“Korban diikat pakai dasi seragam sekolahnya dan diancam akan dibunuh jika berteriak,” paparnya.

Kapolsek Sagulung, AKP Riyanto saat menanyakan empat pelaku pembobolan rumah di Kota Batam. Dua dari empat pelaku ditembak karena mencoba melarikan diri saat akan ditangkap. Foto: Eja/batampos.co.id

Para pelaku lanjutnya tergolong sadis. Karena membekali diri dengan senjata tajam. Apabila terpergok oleh korbannya, mereka tidak segan-segan melukai.

“Sudah puluhan TKP kebanyakan di Bengkong. Spesialis bobol rumah ini,” ujarnya lagi.

Kompolotan ini lanjutnya, juga pernah menggasak sepeda motor di wilayah hukum Polsek Sekupang.

Saat itu mereka membobol rumah, namun tidak mendapati barang berharga lain selain sepeda motor Honda Beat bersama kunci kontak yang tergantung di dalam rumah.

Aksi pencurian dan pemberatan yang di Sekupang inilah yang membawa mereka ke balik jeruji besi Polsek Sagulung.

“Penangkapan mereka ini bermula dari informasi pencurian sepeda motor yang di Sekupang itu. Mereka ditangkap, Rabu (8/1/2020) kemarin di tempat tinggal mereka di daerah Bengkong,” tutur Riyanto.

Dari tangan kompolotan ini diamankan satu unit sepeda motor, 12 unit LED televisi dari berbagai ukuran dan merk, satu unit speaker aktiv, ponsel serta senjata tajam yang dipakai untuk menakuti korban.

Mereka umumnya dijerat pasal pencurian dan pemberatan serta pencurian dan kekerasan dengan ancaman maksimal tujuh tahun penjara.(eja)