batampos.co.id – Dewan Mahasiswa STAIN Ibnu Sina Batam gelar forum group discussion dengan tema membuka tabir dibalik perseteruan dengan Cina di aula Fakultas Teknik Universitas Ibun Sina Batam, Sabtu (18/1/2020).

Tiga orang narasumber akan mengisi forum diskusi ini. Mereka adalah Wakil Ketua FUI MUI Batam Erwin Abu Ghaza, Ketua PWI Kepri Candra Ibrahim, dan Ketua KNPI Batam Muhammad Teddy Nuh.

Presiden Dewan Mahasiswa STAIN Ibnu Sina Batam, Habib, mengatakan, group forum diskusi ini nantinya akan membahas tentang Natuna dan sekaligus membuka tabir di balik perisitiwa pengakuan Cina terhadap Indonesia.

Suasana Kota Ranai, ibu kota Kabupaten Natuna, yang menjadi pusat pemerintahan dan bisnis. Foto: Aulia Rahman/batampos.co.id

“Ada apa sih yang terjadi di Natuna, kenapa banyak sekali kapal asing disana,” kata Habib.

Selain itu dalam diskusi ini nantinya juga membahas tentang kebijakan pemerintah pusat yang dikeluhkan masyarakat Natuna.

Salah satunya mengenai jual beli ikan Napoleon, dimana kebijakan menteri sebelumnya yang hanya memperbolehkan sebanyak 10 ribu ekor.

“Kebijakan ini kurang diterima masyarakat Natuna. Sebab ini juga merupakan mata pencarian mereka dan agar kebijakan seperti ini bisa dievaluasi,” tambah Habib.(rng)