batampos.co.id – Bayi kembar yang akan dioperasi pada Maret 2020 mendatang di RSBP Batam hanya memiliki satu organ tubuh.

Sehingga dipastikan jika pembedahan berjalan, maka hanya satu bayi yang bisa diselamatkan.

“Satunya menempel saja numpang organ tubuh dari yang satunya. Mungkin pemisaham embrio saat hamil tidak sempurna makanya satunya menempel dengan kondisi organ tubuh tak sempurna,” terang Sigit, Jumat (17/1/2020).

Karena kondisi itu, kata dia, proses pemisahan bayi kembar siam ini cukup rumit. Sehingga membutuhkan analisa dan diskusi yang matang dari tim medis.

“Kalau dua-duanya memiliki organ tubuh semua mungkin lebih mudah tapi ini beda, satunya hanya nempel,” katanya.

Namun, Sigit optimis proses pemisahan nantinya akan berjalan lancar.

“Kami juga mohon doa dari semua pihak, masyarakat Batam agar proses pemisahan berjalan lancar,” tutur Sigit.

Konferensi pers pemisahan bayi kembar di RSBP Batam. Foto: Dalil Harahap/batampos.co.id

Ketua tim medis untuk penanganan bayi kembar siam, dr. Indrayanti, menjelaskan, saat ini kondisi sang bayi masih cukup stabil.

Tapi perlu ada perhatian khusus agar berat badannya bisa mencapai delapan kilogram sebelum operasi berjalan.

Kata dia, operasi pemisahan bayi kembar siam tersebut melibatkan banyak dokter dan petugas medis yang handal dibidangnya.

Salah satunya dr. Poerwadi dari RSUD dr. Soetomo. Diperkirakan pemisahan bayi kembar tersebut membutuhkan biaya sekitar Rp 1,1 miliar.

“Apapun kendalanya tetap kita usahakan berjalan dengan baik. Komitmen kita untuk meningkatkan derajat layanan kesehatan di Batam. Makanya perlu dukungan dari semua pihak karena ini membutuhkan biaya yang cukup besar,” ujar Indrayanti.

Sementara itu, dr Poerwadi, menjelaskan, dari hasil analisis medis yang sudah dipelajari, pemisahan bayi kembar siam ini dipastikan hanya bisa menyelematkan satu bayi saja.

“Kita doakan yang terbaik, Insyallah semuanya berjalan lancar. Tapi cuman satu yang bisa diselamatkan karena kembar siam ini tidak sempurna salah satunya,” ujar Poerwadi.(eja)