batampos.co.id – Pedagang dan ibu rumah tangga ‘menjerit’ saat mengetahui wacana pemerintah untuk mencabut subsidi gas LPG 3 kilogram.

Sutopo, salah satu pedagang gorengan, mengatakan sangat keberatan jika subsidi LPG 3 kilogram karena sehari-hari sudah biasa menggunakan gas ukuran 3 kilogram, dikarenakan murah.

“Kalau memang benar subsidinya akan dicabut ya terpaksa nantinya saya akan menaikan harga gorengan, yang tadinya 1 ribu dapat satu sekarang 3 ribu dapat 2, jadi naik Rp 500, kalau gak gitu rugi lah saya mas,” ujarnya, Jumat (17/1/2020).

Masyarakat memadati operasi pasar gas LPG 3 kilogram di Pasar TPID Grand Niaga Mas Batam Center, Senin (18/11/2019). Berbeda dengan di Pasar TPID operasi pasar gas LPG 3 kilogram di Sagulung justru sepi peminat. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Tak hanya pedagang gorengan, Ibu rumah tangga Nur Aisyah, sangat keberatan jika subsidi LPG 3 kilogram dicabut.

Baca Juga: Juli 2020, Subsidi Elpiji 3 Kilogram Dicabut

“Sekarang apa-apa sudah mahal, masak gas juga mau dihilangakan juga subsidinya otomatis harganya naik dong nantinya, keberatan saya sebenarnya mas”,ungkapnya.

Masyarakat berharap pemerintah untuk tidak menghilangkan subsidi LPG 3 kilogram karena sudah menjadi kebutuhan pokok sehari-hari.(nto)