batampos.co.id – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) siap mengawal putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Ketua Bawaslu Abhan mengatakan akan mencermati proses eksekusi putusan tersebut. Yang menjadi objek pengawasan adalah KPU.

“Karena kan KPU yang menjalankan putusan DKPP,” kata Abhan di kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta, Jumat (17/1/2020).

Disampaikan, KPU harus menjalankan semua semua poin keputusan DKPP. Salah satunya terkait perbaikan mekanisme pengawasan internal komisioner KPU.

Termasuk menegakkan sistem operasional prosedur (SOP) dalam menjaga integritas dan marwah para anggota.

Itu menyusul terjadinya kasus suap yang menyeret mantan komisi-oner Wahyu Setiawan.
Wahyu diberhentikan secara tetap melalui sidang putusan DKPP Kamis (16/1/2020) lalu karena terbukti melanggar kode etik berat.

Tersangka Komisioner KPU Wahyu Setiawan, usai diperiksa di Gedung KPK Merah Putih, Jakarta, Rabu (15/1). Wahyu juga menjalani sidang kode Etik oleh DKPP terkait kasus suap yang menjeratnya. Foto: Miftahulhayat/Jawa Pos

Dia melanggar pasal 8 huruf A Peraturan DKPP Nomor 2/2017 tentang Kode Etik dan Pedoman Perilaku Penyelenggara Pemilu.

Dalam ketentuan itu, penye-lenggara pemilu harus menghindari pertemuan yang bisa menimbulkan kesan keberpihakan terhadap peserta pemilu.

“Semua amar putusan (DKPP, red) kami awasi maksimal,” ujar Abhan.

Terpisah, Komisioner KPU Pramono Ubaid Tanthowi mengatakan, pihaknya akan menjalankan semua putusan DKPP. Termasuk soal pengawasan internal dan tertib administrasi.

“Nanti dilaksanakan sebaik-baiknya,” kata Pramono.

Terkait sentilan anggota DKPP Ida Budhiati yang menuding ketua dan komisioner KPU terkesan membiarkan Wahyu Setiawan menjalin komunikasi intens dengan pihak terkait yang berujung OTT KPK, Pramono membantahnya.

Dia bilang, pihaknya tidak mengetahui komunikasi yang intensif antara Wahyu dengan Agustiani Tio Fridelina dan Saeful demi kepentingan pergantian antarwaktu (PAW) caleg PDIP.

“Kita nggak bisa absen kalau mau ketemu orang. Mas Wahyu (Wahyu Setiawan, red) mau ketemu siapa, kan nggak tahu,” ucap Pramono.

Terkait pengendalian internal, dia mengatakan sudah ada pengawasan internal yang kuat. Salah satunya dengan menaikkan level inspektorat menjadi inspektorat utama (Irutama). Pejabatnya setingkat eselon satu B.(mar/far/jpg)