batampos.co.id – Andi Muhammad Asrun, pe­nga­cara Gubernur Kepri nonaktif Nurdin Basirun, mengatakan, kliennya dibantarkan sepekan di Rumah Sakit Abdi Waluyo, Jakarta Pusat.

Namun, sekarang sudah kembali ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Hari ini (kemarin, red) Nurdin Basirun kembali ke Rutan KPK di Gedung Merah Putih, setelah dirawat di RS Abdi Waluyo sejak 11 Januari karena serangan vertigo dan maag,” ujar Andi dalam siaran persnya, Jumat (17/1/2020).

Mantan pengacara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri tersebut menjelaskan, Nurdin, awalnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) oleh petugas rutan KPK pada Jumat (10/1/2020) pagi karena sakit.

Lantaran kamar perawatan penuh di RSCM, mantan Bupati Karimun itu dirujuk ke RS Abdi Waluyo di bilangan Jakarta Pusat.

Ditegaskannya, melalui siaran pers ini, pihaknya membantah adanya pemberitaan yang menyebutkan Nurdin Basirun mengalami stroke.

“Itu tidak benar (terserang stroke, red). Jaksa KPK pun memberi saran agar Nurdin dibantarkan dari penahanan KPK,” tegasnya.

Dia menyampaikan bahwa pada Senin (13/1/2020) lalu, tim hukum Nurdin mengajukan permohonan pembantaran.

Gubernur Kepri nonaktif, Nurdin Basirun saat menjalani sidang lanjutan kasus dugaan gratifikasi di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, Kamis (2/1/2020) lalu. Foto: Lukman Maulana/batampos.co.id

Majelis hakim yang diketuai Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Yanto, mengabulkan permohonan tersebut, yakni terhitung 11 sampai 17 Januari 2020.

Andi mengatakan, selama perawatan di RS Abdi Waluyo, Nurdin ditangani tim dokter yang dipimpin dr Sutrisno, dokter senior di RS Abdi Waluyo.

Nurdin mendapatkan tindakan medis mulai MRI sampai pemeriksaan laboratorium lengkap.

Untuk memulihkan kesehatannya, tim dokter memberikan Nurdin obat-obatan dan infus di tangan.

Atas kesungguhan tim medis kesehatan tersebut, Nurdin berangsur pulih dan dibolehkan kembali ke Rutan KPK walau Gubernur Kepri nonaktif itu masih merasakan pusing akibat vertigo.

“Namun demikian, Nurdin memberi isyarat bisa mengikuti sidang pada Rabu depan (22/1/2020) dengan agenda keterangan saksi-saksi dari kalangan pengusaha,” jelasnya.

Ditambahkannya, selama masa perawatan di RS Abdi Waluyo, Nurdin didampingi dua orang anaknya dari Singapura dan adiknya dari Tanjungbalai Karimun.

Nurdin mengharapkan doa dari masyarakat Kepri agar bisa melalui proses hukumnya secara cepat dan berkeadilan.

“Kami mohon doa, supaya proses hukum Pak Nurdin segera berlalu,” tutupnya.(jpg)