batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam menargetkan 23 ribu objek retribusi dipasangi barcode sampa tahun ini. Pemasangan barcode sampah akan dipusatkan di Kecamatan Batam Kota.

“Masih kami lanjut. Saat ini baru Lubhkbaja dan Sekupang yang sudah terpasang. Batamkota itu cukup luas cakupannya. Jadi itu yang kami kejar,” kata Kepala Bidang Persampahan, DLH Batam, Faisal Novrieco, Sabtu (18/1/2020).

Ia menjelaskan pembayaran retribusi non tunai ini sangat memberikan dampak yang positif terhadap pendapatan retribusi sampah. Tahun lalu, pihaknya berhasil mendapatkan Rp 33 miliar lebih dari target Rp 35 miliar.

“Hampir 96 persen berhasil kami kumpulkan dari retribusi sampah. Angka ini jauh lebih besar dari tahun sebelumnya. Ini karena pembayaran non tunai yang kami terapkan melalui pemasangan barcode sampah tersebut,” bebernya.

foto: batampos.co.id / putut ariyotejo

Faisal mengungkapkan, selain peningkatan teknologi sistem pembayaran, retribusi sampah juga dipengaruhi pelayanan sampah yang baik. Menurutnya, jika pengangkutan sampah lancar, masyarakat akan sadar untuk membayar retribusi. Namun jika sebaliknya, maka keluhan akan meningkat sehingga mereka malas untuk membayar retribusi sampah.

“Intinya kami maksimalkan pelayanan. Jangan ada keterlambatan. Sehingga mereka lancar bayar retribusinya. Kalau semua sudah lancar saya rasa akan berdampak pada retribusi,” imbuhnya.

Untuk menunjang kelancaran pengangkutan sampah, tahun ini DLH akan membeli delapan unit armada baru jenis dumb truk. Armada baru ini akan menggantikan kendaraan yang rusak dan sedang dalam proses perbaikan.

“Perbaikan itu memakan waktu hingga dua bulan. Kalau ada kerusakan, kami harus mengerahkan armada pengganti ke lokasi yang sampahnya terlambat diangkut. Mudah-mudahan ada kendaraan baru ini pengangkutan lebih baik,” tutupnya. (yui)