batampos.co.id – Even Batam bersepeda yang melibatkan masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), Polri dan TNI di Kota Batam, Senin (20/1/2020) menuai protes dari masyarakat.

Pasalnya aktivitas masyarakat terhambat karena harus berdesak-desakan dengan pesepeda yang memenuhi ruas jalan.

Ruas jalan yang dilalui peserta gowes, di antaranya Jalan Ahmad Yani dari Engku Puteri hingga Simpang Kepri Mall, diteruskan ke Baloi via Sukajadi, mutar ke Edukit dan kembali ke Engku Puteri.

Sepanjang ruas jalan yang dilalui peserta gowes ini terjadi kemacetan panjang. Kendaraan umum lain yang melakukan rutinas baik sebagai pekerja, pelajar ataupun mereka yang akan bepergian dengan pesawat menjadi terhambat.

Macet yang memakan waktu hingga dua jam menyebabkan pekerja terlambat ke tempat kerja. Bahkan pelajar terlambat hingga sekolahnya dan penumpang pesawat pun terancam ketinggalan pesawat.

Kemacetan inilah yang dikeluhkan masyarakat sebab panitia penyelenggara tidak memperhatikan kelancaran arus lalulintas untuk masyarakat umum.

Plt Gubernur Kepri, Isdianto, Kapolda Kepri, Irjen Andap Budhi Revianto, Wali Ktoa Batam, Muhammad Rudi bersama pimpinan FKPD lainnya melepas para peserta Batam Bersepeda. Foto: Dhiyanto/batampos.co.id

Peserta gowes bebas menggunakan ruas jalan sehingga menutupi laju kendaraan umum lainnya.

Pengguna jalan juga mengeluhkan pemilihan waktu pelaksanaan Batam Bersepeda tersebut yakni tepat pada Senin pagi yang merupakan hari awal bekerja.

“Bukannya tak mendukung, bagus sih bersepeda cuma perhatikan waktunya. Kenapa tak dibuat saat hari libur saja,” keluh Susanto, pengguna jalan di simpang Kepri Mall.

“Kenapa harus hari kerja hari senin lagi. Panitia harusnya pertimbangkan itu,” kata dia lagi.

Ia menyatakan, jika pun harus dilaksanakan pada hari Senin, setidak jalur para peserta diatur dengan baik agar tidak terjadi kemacetan.

“Tadi nampak banyak juga polisi dan TNI yang ikut gowes tapi sama saja dengan peserta gowes dari masyarakat umum. Bersepeda di tengah jalan kayak tak ada pengendara lain,” jelasnya.

Selain kemacetan arus lalulintas, masyarakat juga mempertanyakan layanan di kantor layanan publik pemerintahan yang ada.

Pertanyaan warga ini cukup beralasan sebab hampir semua ASN ikut ambil bagian dengan kegiatan Batam Bersepeda itu.

Masyarakat kuatir kantor layanan publik jadi terhambat karena petugas mengikuti kegiatan bersepeda itu.(eja)