Sabtu, 11 April 2026

Wisatawan Asal Tiongkok di Karantina di Batam

Berita Terkait

batampos.co.id – Para wisatawan asal Tiongkok, akan dikarantina setibanya di Kota Batam. Hal ini dilakukan sebagai upaya antisipasi menyebarnya virus baru penyebab pneumonia yang mewabah di Wuhan, Tiongkok.

Cara yang dilakukan adalah dengan memasang thermal scanner atau alat pendeteksi suhu tubuh di pelabuhan dan bandara untuk mengantisipasi masuknya virus tersebut ke Batam.

Apalagi, daerah yang kini mengembangkan pariwisata ini kerap dikunjungi wisatawan asal negeri Tirai Bambu tersebut.

”Sudah dua minggu lalu kami pasang, kami berkoordinasi dengan KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Batam,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Minggu (19/1/2020).

Sejumlah wisatawan mancanegara asal Tiongkok saat menikmati suasana dan berfoto di sekitar Astaka di kawasan Dataran Engku Putri Batam Center, beberapa waktu lalu. Para wisatawan asal Tiongkok teruttam yang berasal dari Wuhan, akan di karantina setibanya di kota Batam guna mencengah menularnya virus baru penyebab pneumonia. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.idwistawa

Tidak hanya itu, pengecekan intensif juga akan dilakukan pada WNA Tiongkok asal Wuhan.

Jika didapati paspor dengan alamat asal Wuhan, pihak Batam akan melakukan tindakan yang lebih ketat.

”Kalau dari Wuhan, langsung diambil tindakan karantina. Seperti biasa kami stanby-kan ICU di RSBP dan RSUD Embung Fatimah,” ucap dia.

Soal imbauan, Didi meminta masyarakat waspada. Kata dia virus baru penyebab pneumonia gejala awalnya mirip seperi flu biasa.

“Kita minta kalau ada masyarakat yang flu langsung berobat saja,” jelasnya.

Dalam rilis yang dikeluarkan Kementerian Kesehatan, belakangan terlansir di Kota Wuhan, Tiongkok telah ditemukan pasien pneumonia yang belum diketahui penyebabnya.

’’Hasil pengkajian menunjukkan penyakit ini bukan disebabkan virus influenza dan bukan penyakit pernapasan biasa. Pasien di Wuhan telah mendapatkan pelayanan kesehatan. Kita dapat info mereka sudah diisolasi dan dilakukan investigasi penyebabnya,’’ kata Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto.(iza)

Update