batampos.co.id – Seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Dinas Kesehatan Kabupaten Bintan, DR, 46, yang terjerat kasus narkotika divonis 12 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Batam, Senin (20/1).

Vonis ini jauh lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa 14 tahun penjara.

“Menyatakan terdakwa bersalah menjadi perantara narkotika golongan satu sebagaimana dakwaan kedua Jaksa Penuntut Umum dengan pidana penjara selama 12 tahun dan denda Rp 1 Miliar Subsidair 3 bulan penjara,” ujar ketua majelis hakim, Taufik Nainggolan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai tidak ada alasan pemaaf atau pembenar terhadap terdakwa yang merupakan seorang bidan tersebut.

Perbuatan terdakwa yang merupakan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) harusnya menjadi tauladan kepada masyarakat.

Ilustrasi narkotika jenis sabu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Selain itu juga, terdakwa tidak mendukung program pemerintah yang sedang giatnya memberantas peredaran narkotika dan tentu saja perbuatan terdakwa sudah meresahkan masyarakat.

“Untuk pertimbangan yang meringankan, bahwa terdakwa bersikap sopan selama persidangan dan mempunyai keluarga,” tuturnya.

Usai pembacaan vonis, terdakwa hanya terdiam dan langsung meninggalkan ruangan sidang.

Sementara dalam dakwaan jaksa, DR ditangkap saat melewati pintu Metal Detector Bandara Hang Nadim Batam oleh petugas Aviation Security (AVSEC), Juli 2019 lalu.

Saat dilakukan pemeriksaan badan, petugas menemukan ada sesuatu yang mencurigkan pada bagian pinggul terdakwa dan kemudian dilakukan pemeriksaan mendalam dan ditemukan 204 gram narkotika jenis sabu.

Usai diamankan, selanjutnya terdakwa DR dibawa ke Ditresnarkoba Polda Kepri dan kemudian dilakukan penggeledahan di rumahnya Jalan Brigjen Katamso, Gang Kenanga Sari, Kelurahan Tanjungpinang Timur, Kecamatan Bukit Bestari, Tanjungpinang.

Dimana, dari penggeledahan itu, petugas kembali menemukan sabu yang disimpan dibeberapa tempat.

Sementara dari pengakuan terdakwa, bahwa sabu tersebut didapatkannya dari MA yang dilakukan penuntutan terpisah, tanggal 25 Juli 2019 sekira pukul 22.00 WIB dengan cara MA menyuruh seseorang mengantarkan sabu yang disimpan dalam kotak ditaruh dibawah tangga sekolah SDN 001 Tanjung Pinangtimur.

Setelah itu, MA menghubungi terdakwa selanjutnya terdakwa mengambil sabu tersebut dan dibawa ke Palembang melalui Batam.(gie)