batampos.co.id – Dinas Pendidikan (Disdik) Batam tengah menyusun mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang direncanakan akan dibuka Mei mendatang.
Kepala Disdik Batam, Hendri Arulan, mengatakan, perubahan kuota dan penambahan jalur menjadi hal yang paling penting untuk PPDB tahun ini.
Jalur prestasi mendapatkan kuota lebih banyak dari sebelumnya. Anak-anak berprestasi memiliki kesempatan untuk memilih sekolah yang mereka inginkan, dan tidak terikat dengan zonasi mereka.
“Jadi, kalau mereka memiliki pencapaian yang luar biasa, mereka punya kesempatan untuk memilih sekolah sendiri,” kata Hendri, Selasa (21/1/2020).
Hendri menyebutkan, jalur prestasi ini ada dua. Pertama, jalur akademik. Kedua, jalur nonakademik.
Siswa harus memiliki prestasi terbaik minimal tingkat Kota Batam. Selanjutnya, sekolah akan menyeleksi sesuai dengan kuota yang tersedia.

“Angka 30 persen ini cukup tinggi dan diharapkan bisa menampung siswa berprestasi yang ada,” ujarnya.
Lanjutnya, sekarang pihaknya masih menghitung daya tampung sekolah negeri.
Ia sangat berharap orangtua memilih sekolah yang terbaik untuk anak-anaknya, sehingga tidak semua memaksakan ke sekolah negeri.
“Daya tampung negeri dan swasta cukup. Ini berulang kali saya sampaikan. Kalau melihat jumlah kelulusan TK dan SD, tidak jauh berbeda dari tahun lalu,” jelasnya.
“Harusnya nanti tidak ada masalah jika kedua sekolah baik negeri dan swasta mendapatkan pelamar yang seimbang,” bebernya lagi.
Sementara itu, Kepala SMPN 3 Batam, Wiwiek Darwiyati, mengungkapkan, ketika PPDB berlangsung, pihaknya tidak bisa menampung semua siswa berprestasi yang mendaftar.
Hal ini karena kuota yang diberikan hanya 15 persen saat PPDB lalu.
“Kalau sudah ada tambahan, tentu kami sangat senang. Peran siswa berprestasi sangat membantu dalam proses belajar mengajar,” ucapnya.
Ia mengakui, saat ini sudah tidak ada sekolah unggul, namun keberadaan siswa berprestasi tetap dibutuhkan untuk menjaga prestasi sekolah.
Hal ini terbukti dengan raihan hasil UN yang didapatkan sekolahnya.
“Alhamdulillah, kami masih bisa dan mampu mempertahankan hasil terbaik. Meskipun begitu, jalur zonasi masih menjadi prioritas dalam PPDB. Kuota 50 persen diharapkan bisa menampung siswa terdekat dari sekolah,” tutupnya.(yui)
