batampos.co.id – Dalam kurun waktu enam tahun terakhir, impor mobil completely built up (CBU) ke Batam mengalami penurunan drastis. Kenaikan tipis yang terjadi sepanjang 2019 lalu, tak mampu menutupi anjloknya pasar mobil impor. Akibatnya, pengusaha atau para importir yang berkecimpung di sektor ini tak mampu bertahan. Satu per satu mereka gulung tikar.

Direktur Pelayanan Lalu Lintas Barang dan Penanaman Modal Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purnomo Andiantono, memaparkan puncak tertinggi impor mobil CBU ke Batam terjadi pada 2012. Pada tahun itu, jumlah mobil yang masuk mencapai 1.429 unit.

Namun, sejak 2013 terus mengalami penurunan. Pada 2013, turun menjadi 1.265 unit, turun lagi di 2014 menjadi 1.077 unit. Lalu, pada 2015 turun menjadi 964 unit, turun lagi di 2016 menjadi 596 unit, dan tahun 2017 turun menjadi 330 unit.

Namun sejak 2018, impor mobil CBU sedikit mengalami perbaikan, yakni tumbuh ke angka 335 unit dan pada tahun lalu naik menjadi 391 unit mobil.

Sedangkan jumlah importir sangat fluktuatif. Pada 2012 ada 10 importir aktif, 2013 juga masih sama. Kemudian naik menjadi 14 importir pada 2014. Lalu turun lagi pada 2015 menjadi 11 importir. Turun lagi pada 2016 menjadi delapan importir. Turun lagi pada 2017 menjadi enam importir.

”Pada 2018 naik menjadi tujuh importir, tapi tahun lalu turun lagi menjadi hanya enam importir kembali,” jelas Andiantono.

Sejak tahun 2012 hingga 2018, ada 23 importir yang ikut bermain dalam pasar mobil CBU. Adapun ke-23 importir tersebut, antara lain Ganda Nusantara Persada, TC Subaru, Toyota Astra Motor, Megah Jaya Perkasa, Centri Japri Auto, Indo Auto Trade, Eurasia Auto Dinamika, Arnada Pratama Indonesia, Jaya Auto Central, dan Garuda Mataram Motor.

Selain itu, ada Ford Motor Indonesia, Duwin Motor Indonesia T Eight Gallery, Oriental Komobindo Bahtera, KIA Indonesia Motor, Wahana Varia Motorindo, Surya Sejahtera Otomotif, Inti Jaya Cemerlang, dan Eurokars Motor Indonesia.

ilustrasi

Namun, sejak 2012 hingga 2018, hanya Ganda Nusantara Persada, Toyota Astra Motor, dan Eurasia Auto Dinamika yang masih rutin mengajukan kuota mobil impor, meskipun jumlahnya terus menurun. Bahkan dari 23 importir yang aktif mengimpor mobil sejak tahun 2012, pada tahun 2018 hanya tinggal lima importir saja.

Andiantono menyebutkan, pada tahun 2012, Ganda mengajukan kuota impor untuk 430 mobil CBU. Jumlahnya terus naik turun dalam rentang hingga 2016. Pada tahun 2017, mereka hanya mengimpor 240 mobil CBU. Dan pada tahun ini, mereka hanya bisa mengimpor sekitar 30 unit mobil CBU.

Begitu juga dengan Toyota Astra. Pada tahun 2012, mereka mengimpor 300 unit mobil. Namun mulai tahun 2015 hingga 2018, Toyota hanya mengimpor mobil di bawah 50 unit. Bahkan pada tahun 2018, hanya sekitar 10 unit.

Lalu bagaimana dengan perusahaan lain. Banyak importir lain yang menyetop impor mobil CBU dan fokus mengalihkan bisnisnya ke sektor yang lain. Namun, ada juga yang tutup atau gulung tikar seperti Ford pada tahun 2016 silam. (leo)