batampos.co.id – Harapan Indonesia untuk memiliki kapal selam produksi sendiri segera terwujud. Kapal selam Alugoro berhasil menjalani nominal diving depth (NDD) sedalam 250 meter di perairan utara Pulau Bali, Selasa (21/1). Dengan keberhasilan tahap itu, bisa dinyatakan bahwa 90 persen pembuatan kapal selam bernomor lambung 405 tersebut sukses.

Pembuatan kapal diesel elektrik itu merupakan join production antara PT PAL Indonesia (Persero) dan Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Co Ltd (DSME), Korea Selatan. Pelabuhan Tanjung Wangi dipilih sebagai lokasi uji coba karena memiliki dermaga dengan kedalaman lebih dari 14 LWS. Selanjutnya, kapal kembali menjalani serangkaian tes lain di perairan sekitar Selat Bali dan Banyuwangi.

GM Submarine PT PAL Indonesia Satriyo Bintoro menyatakan, tes NDD merupakan sesi krusial karena berkaitan dengan tes daya tahan kapal. Setelah menjangkau kedalaman 250 meter, kapal selam sepanjang 61,3 meter itu akan mencoba kedalaman maksimal 300 meter.

Dia berharap seluruh rangkaian tes bisa selesai dengan baik. Nanti, Alugoro menjadi pilot project kapal selam yang dikembangkan di Indonesia.

Director Shipbuilding PT PAL Indonesia, Turitan Indaryo, menjelaskan keberhasilan Alugoro menjadikan Indonesia sebagai satu-satunya negara di kawasan Asia Tenggara yang mampu membangun kapal selam. Kapal tersebut sepenuhnya dibangun PT PAL Indonesia.

Tipikal kapal selam Alugoro sangat cocok untuk perairan Indonesia yang luas dan dangkal. Selama uji coba, kapal selam tersebut memiliki manuver yang bagus di perairan Indonesia. Indaryo menargetkan serangkaian uji coba Alugoro tuntas akhir tahun.

Executive Vice President DSME Korea Yoo Su Joon menambahkan, kapal selam Alugoro berhasil menjalani uji coba di kedalaman sampai 250 meter. Kapal itu dikembangkan dan dibangun di Indonesia.

’’Kami berharap akhir tahun ini kapal selam tersebut bisa diefektifkan,’’ ujarnya. (*/fre/aif/c5/ayi)