batampos.co.id – Bandar narkotika seakan tiada matinya. Selasa (21/1/2020) Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipid Narkoba) Bareskrim mengagalkan penyelundupan sabu seberat 70 kg dari Malaysia.

Dua bandar berinisial DN dan SB ditangkap. Direktur Dittipid Narkoba Bareskrim, Brigjen Eko Daniyanto, mengatakan, diketahui ada transaksi narkotika yang dikirim melalui laut, dari Malaysia menuju Indonesia.

”Melewati Selat Malaka menuju ke Bagan Siapi Api, Riau,” ujarnya.

Petugas yang melakukan penyelidikan mendapatkan informasi bahwa barang telah dikirim ke Jakarta melalui jasa ekspedisi.

Petugas melakukan control delivery hingga dua bandar mengambil barang haram tersebut.

”DN dan SB inilah yang mengambil,” tuturnya.

Ilustrasi narkotika jenis sabu. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Kedua pelaku ditangkap di Jalan Raya Mauk, Sepatan Timur, Tangerang, Banten. Dalam penangkapan itu diamankan 45 kg sabu.

”Petugas lantas mengiring pelaku ke rumahnya dan ditemukan 25 kg sabu lain, total jadi 70 kg,” paparnya.

Dia mengatakan, saat berada di perusahaan ekspedisi, sabu itu ditutupi dengan ikan asin dan kopi. Tujuannya untuk menghilangkan bau dari narkotika.

”Itu modusnya,” papar jenderal berbintang satu tersebut.

Yang pasti, petugas akan mengejar hingga pengendali dari pengiriman sabu tersebut. Menurutnya, langkah kerja sama dengan pemerintah Malaysia dan Tiongkok juga akan terus dilakukan.

”Dengan target menghentikan pasokan dari luar negeri,” jelasnya.

Dengan tersendatnya pasokan narkotika, tentu akan berpengaruh besar kepada Indonesia.

Menurutnya kejahatan narkotika memang tidak bisa hanya ditangani sebuah negara, kejahatan transnasional semacam ini perlu kerjasama beberapa negara.

”Untuk bisa menghentikan secara total,” ujarnya.

Setelah pengungkapan tersebut, petugas akan segera untuk memusnahkan barang bukti tersebut.

Tentunya, akan disisihkan sedikit untuk barang bukti di pengadilan.

”Biar aman tentu secepatnya dimusnahkan,” ujarnya.(jpg)