batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam memutus kontrak kerjasama dengan PT ATB.

Hal ini disampaikan Kepala BP Batam, Muhammad Rudi. Rudi menyatakan tidak akan ada lagi lelang pengelolaan air setelah kontrak ATB berakhir pada November 2020.

“Pengelolaan air akan diambil alih BP Batam, tidak ada yang lain-lain lagi. Tak ada lelang-lelang lagi,” katanya, Kamis (23/1/2020).

Rudi mengungkapkan, BP Batam tidak akan melanjutkan kerja sama dengan ATB yang sudah berlangsung selama 25 tahun.

“Sebelum saya masuk di BP, sudah ada surat pemutusan kepada ATB. Untuk putus itu kan merupakan kewenangan BP Batam,” jelasnya.

“Di era Pak Edi sudah putus, dan setelah saya masuk, saya minta petunjuk dulu ke Pak Menko. Saya laporkan dulu kondisinya,” tuturnya lagi.

Ia menyatakan, berdasarkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2019 tentang sumber daya air menyatakan bahwa khusus untuk pengelolaan air dilakukan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dan lembaga seperti BP Batam juga bisa mengelola air.

Ilustrasi. Foto: ATB untuk batampos.co.id

“Karena BP boleh kelola ditambah Deputi IV (Shahril Japarin) pernah kelola air di Jakarta, maka akan bertanggung jawab dalam pengelolaan ini,” jelasnya.

Mengenai nasib karyawan ATB dan sejumlah investor yang telah mengikuti tahapan prakualifikasi lelang pengelolaan air, Rudi memilih untuk tidak berkomentar.

Mengenai aset yang selama ini dibangun ATB bersama BP Batam senilai Rp 1 triliun lebih akan kembali ke BP Batam.

Di sisi lain, lanjtnya, meski sudah diputus kontraknya, ATB semakin rajin mempublikasikan kegiatannya dalam peningkatan infrastruktur air bersih, program sosial kemasyarakatan dan kerja sama dalam sosial budaya dengan Pemko Batam. Contohnya Kenduri Akhir Tahun ATB pada akhir tahun lalu.

Publikasi terakhir yang diumumkan ATB yakni terkait soal pembangunan pipa sepanjang 500 meter di Bengkong Laut.

Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus, mengatakan, ATB akan menambah pipa baru berukuran 100 mm (4 Inchi) sepanjang 500 meter di wilayah Bengkong.
Penambahan pipa ini adalah untuk meningkatkan kontinuitas suplai air bersih ke wilayah tersebut.

Penambahan pipa distribusi ini sudah mulai dikerjakan dan akan selesai dalam waktu 3 minggu kedepan.

“Setelah pekerjaan selesai, kita berharap kontiniunitas suplai ke wilayah Bengkong Laut dan sekitarnya akan jadi jauh lebih baik,” ujar Maria.

Dia mengatakan, ATB sebenarnya telah memiliki rencana pembangunan jangka panjang untuk memastikan suplai air bersih kepada penduduk bisa 24 jam. Namun sayangnya, saat ini ATB dibatasi oleh waktu berakhirnya Konsesi.

“ATB telah menjamin kualitas dan kuantitas suplai. Maka konsen kami pada periode berikutnya adalah kontinuitas suplai. Tapi waktu kami terbatas,” paparnya.(leo)