batampos.co.id – Jajaran Satres Narkoba Polresta Barelang terus mendalami jaringan narkotika internasional dengan mengamankan delapan orang tersangka.

Narkotika sebanyak 28,6 kilogram (kg) tersebut melibatkan tiga orang Warga Negara Malaysia, yakni Kumar Atchababboo, Rajandran Ramasamy, dan Sanggar Ramasamy serta lima orang Warga Negara Indonesia, Jan, AP, HS, DI, dan SA.

Kasat Narkoba Polresta Barelang, Kompol Abdul Rahman, mengatakan, tiga nama terakhir merupakan pengendali masuknya narkoba itu ke Palembang melalui Batam dari Malaysia.

Mereka memesan langsung kepada bandar besar di Malaysia yang kemudian sabu tersebut dikirimkan dari Johor Bahru dengan dibawa oleh tiga orang Warga Negara Malaysia.

”Di atas tiga Warga Negara (WN) Malaysia ini masih ada lagi, orang Tiongkok katanya. Tapi keberadaannya di Kuala Lumpur,” jelasnya.

Ilustrasi Narkotika. Foto: Cecep Mulyana/batampos.co.id

Namun kata dia, dilihat dari identitasnya, pihaknya tidak mengetahui pasti asal negara pelaku tersebut.

“Kurang tahu orang (negara,red) mana, karena orang luar. Apakah pengakuannya itu cuma mengarang atau berbohong. Tapi kami tetap mendalami atasan tiga orang warga Malaysia ini,” ujar Abdul Rahman.

Selain pemilik sabu yang merupakan WN Malaysia di Kuala Lumpur itu, Rahman mengatakan, sudah tidak ada lagi jaringan mereka.

Sebab pihak yang terlibat dari masuknya narkoba itu dari Malaysia menuju Palembang melalui Batam hanya melibatkan tiga warga Malaysia dan dua WNI yang sudah diamankan pihaknya.

”Kita sudah melakukan pendalaman dengan memeriksa tiga orang pengendalinya yang dari napi Lapas Merah Mata Palembang dengan berkoordinasi dengan petugas Lapas dan sudah tidak ada lagi selain orang Tiongkok itu. Namun kita tetap melakukan pendalaman,” tuturnya,” jelasnya.(opi)