batampos.co.id – Sehari pasca perayaan tahun baru Imlek, jumlah penumpang yang keluar dari Batam melalui Pelabuhan Batam Center sekitar 11.500 orang, Minggu (26/1). Meski meningkat lebih dua kali lipat dibanding hari biasa, arus penumpang masih normal.

Kabag Operasional Pelabuhan Feri Internasional Batam Center, Armayadi Lilik, mengatakan data awal yang masuk ada sekitar 13.680 penumpang yang akan keluar Batam. Hingga siang hari, sekitar 6.000 orang sudah berangkat, dan sekitar 2.000 penumpang batal berangkat.

”Jadi hingga last ferry (feri terakhir), kami perkirakan yang berangkat sekitar 11.500 orang. Memang meningkat dibanding hari biasa yang hanya 5.000 penumpang, tapi ini bisa dikatakan normal,” tegas Lilik, usai memantau keberangkatan penumpang.

Menurut dia, pada perayaan Imlek ini, ada sekitar 10 ekstra trip kapal tujuan Singapura. Dua di antaranya batal berangkat ke Singapura karena adanya penumpang yang juga batal berangkat.

Dijelaskannya, sekitar 80 persen penumpang datang dari Singapura, sedangkan 20 persennya dari Malaysia.

”Kalau Malaysia normal, yang banyak itu dari Singapura. Sehari sebelumnya, penumpang yang datang juga banyak dari Singapura, lebih dari 10 ribu penumpang,” terang Lilik.

Antisipasi yang dilakukan dalam menghadapi lonjakan penumpang adalah menyiagakan seluruh petugas keamanan. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kemacetan penumpang, apalagi pada saat akan check in.

”Semua petugas keamanan kami lemburkan. Ada 34 yang siaga. Tugas mereka selain keamanan, juga mengatur arus penumpang agar tidak macet,” jelas Lilik.

Pantauan Batam Pos pada siang hari, terlihat kepadatan di lobi hingga ke ruang check in. Penumpang yang datang kebanyakan rombongan atau keluarga. (she)