batampos.co.id – Kelompok teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang dipimpin Ali Kalora belum juga tertangkap. Kondisi tersebut dinilai terlalu lama dan perlu melakukan terobosan baru. Salah satunya pelibatan TNI yang lebih masif.
Pengamat Teroris Al Chaidar menjelaskan, pengejaran terhadap MIT sudah berlangsung bertahun-tahun. Yang pada awalnya memiliki puluhan anggota hingga saat ini tidak lebih dari sepuluh anggota MIT yang tersisa.
”Namun, mau sampai kapan operasi pengejaran ini,” terangnya.
Operasi pengejaran terhadap MIT itu sudah berulang kali ganti nama. Pemimpin terdahulunya Santoso memang telah dilumpuhkan.
”Namun, kelompok ini seakan tiada habisnya,” tuturnya.
Menurutnya, semua itu tentunya membutuhkan terobosan baru. Yang selama ini muncul adalah pelibatan TNI yang perlu porsi lebih besar.
”MIT ini semua mengetahuinya sebagai teroris tamkin, paham teritorial di Poso. Sulit bagi polisi karena karakter polisi tidak peka teritori,” ujarnya.
Dia mengatakan, selama ini TNI masih terbatas untuk membantu mencari kelompok MIT. Karena itu tentu pengejaran itu juga belum maksimal.
”Apalagi TNI kan juga secara regulasi bisa terlibat dengan pemberantasan teroris,” urainya.
Sudah saatnya operasi pengejaran terhadap MIT ini dituntaskan. Sehingga, tidak menjadi beban bagi negara.
”Harus selesai, jangan sampai ada insiden-insiden lagi karena kelompok ini,” terangnya.
Yang juga penting, selama ini suara masyarakat Poso juga belum begitu terdengar. Seharusnya, masyarakat Poso juga diberikan ruang untuk bisa berperan menyelesaikan persoalan ini.
”Karena bisa jadi masyarakat mengetahui cara menuntaskannya, tapi terhalang sesuatu,” jelasnya.
Masyarakat tidak hanya dijadikan obyek dengan berbagai bantuan. Tapi, harus diberikan peran untuk bisa membantu.
”Saya yakin banyak tokoh di Poso yang mampu menyelesaikan ini,” terangnya.
Perlu diketahui, pengejaran terhadap kelompok MIT sudah berlangsung lebih dari lima tahun. Yang pada awalnya hanya dikejar oleh Polri, setelah TNI dilibatkan mulai tampak sejumlah hasilnya. Satu per satu anggota MIT tertangkap.
Puncaknya pemimpinnya Santoso bisa dilumpuhkan beberapa tahun lalu. Yang menyusul istri Santoso menyerahkan diri. Namun, setelah itu Ali Kalora menggantikan Santoso. Kendati kelompok ini tidak sebesar saat dipimpin Santoso. Namun, MIT masih menjadi duri dalam daging. (idr)
