Ruslan Ali Wasyim

batampos.co.id – Kontrak konsensi pengelolaan air di Batam oleh PT ATB akan berakhir November mendatang. Namun hingga kini belum jelas skenario pelayanan air ke seluruh warga Batam selepas konsensi yang dipegang ATB habis.

Saat ini ATB mencatat 290.488 pelanggan yang dimiliki.

Sebuah jumlah yang banyak.

Wajar jika keresahan dirasakan oleh seluruh warga Batam yang mengandalkan layanan air bersih yang andal seperti yang selama ini dinikmati.

Wakil Ketua DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim, merasakan kegundahan warga jika belum jelas apa yang akan terjadi kelak, November mendatang.

Ruslan pun berpendapat ada baiknya perjanjian konsensi dengan ATB diadendum.

Pertimbangannya belum ada lembaga yang siap melayani kebutuhan air bersih setelah kontrak ATB tidak diperpanjang lagi.

“Pada masa adendum itulah kita, Kota Batam, menyiapkan diri untuk melayani kebutuhan air,” urainya.

Sebagai perwakilan rakyat Ruslan ini Pemko Batam memiliki andil pada kerjasama selanjutnya.

“Kita tahu perjanjian antara BP dan ATB terjadi sebelum Kota Batam terbentuk, ya, sudahlah, tetapi ke depan Pemko Batam harus punya saham,” kata Ruslan bersemangat.

Tentu tak bisa serta merta. Masa adendum dengan ATB itulah yang menjadi masa bagi Pemko Batam menyiapkan segala sesuatu, termasuk SDM.

Ruslan ingin setelah ATB tidak melayani Kota Batam, pelayanan air tidak merosot.

“Harus lebih baik daripada ATB,” lanjutnya.

Ruslan tidak ingin ada kendala untuk pemenuhan air di Pulau Batam.

“Batam ialah kota industri, pariwisata dan jutaan penduduk di dalamnya. Tidak kebayang jika pelayanan air memburuk,” katanya.

Ruslan ialah pria kelahiran Batam. Ia tahu kondisi air di Pulau Batam sebelum dan sesudah ada ATB. (ptt)