Ruslan Ali Wasyim.

batampos.co.id – Pengakhiran konsensi pengolahan air di Batam menjadi perbincangan hangat.

Wakil Ketua DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim pun angkat bicara.

Ruslan memahami bahwa konsensi pengolahan air di Pulau Batam terjadi antara BP Batam dengan ATB.

Konsensi ini berlaku selama 25 tahun. November tahun ini berakhir.

“Namun, air ialah hajat hidup orang banyak. DPRD ialah representasi dari warga Batam. Oleh karenanya saya bersuara terhadap isu ini,” tegas Ruslan, Senin (27/1/2020) saat dijumpai di gedung DPRD.

Ruslan berpendapat, berkahirnya konsensi tidak boleh menganggu pelayana kepala pelanggan.

“Tidak boleh ada down time, aliran air ke pelanggan,” imbuhnya.

Warga pulau Batam tidak memiliki sumur. Satu-satunya sumber air, ya, pelayanan dari ATB.

Ruslan, pria kelahiran Pulau Batam ini, memuji kinerja ATB.

“Sejauh ini kita mengenalnya sebagai perusahaan air terbaik. Batam beruntung memilikinya,” urai Ruslan.

Tak hanya pelanggan perumahan, Ruslan pun mencemaskan pelanggan air dari kalangan industri. Belum lagi pelabuhan yang akan melayani kapal – kapal yang bersandar.

“Kalau sempat terhenti, bisa teriak mereka semua. Nilai kompetitif Batam bisa anjlok,” lanjutnya, serius.

Untuk itu sebagai perwakilan rakyat, Ruslan dan institusi DPRD menunggu penjelasan BP Batam apa yang akan dilakukan setelah menghentikan konsensi pengolahan air.

“Sehingga semua warga Batam tahu,” tandasnya. (ptt)