KABAR meninggalnya salah satu legenda terbesar yang pernah lahir dari pentas liga basket terakbar sejagad, NBA, ini lang-sung membuat berbagai kalangan berkabung. Kobe meninggal di usia 41 tahun. Hanya empat tahun setelah dia resmi pensiun dari basket pada 2016 silam.

”Selain sebagai salah satu pebasket terbaik sepanjang masa, Kobe Bryant merupakan bintang kehidupan. Dia pria yang sangat mencintai keluarganya. Dia juga memiliki passion besar untuk masa depan. Ikut tewasnya salah satu putrinya, Gianna, membuat kabar ini makin memilukan,” tulis Presiden Amerika Serikat (AS) Donald J. Trump, dalam Twitter pribadinya dilansir The Guardian, kemarin.

Dalam keterangan resmi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Los Angeles, Daryl Osby menyebut kondisi cuaca saat kejadian berkabut cukup tebal. Salah satu saksi mata mengatakan helikopter berjenis Sikorsky S-76B yang ditumpangi Kobe tersebut memang sempat terlihat berputar-putar di wilayah stadion kota Orange County. Disinyalir itu dilakukan untuk menunggu cuaca membaik.

Lokasi kecelakaan sendiri disebutkan sulit diakses karena berada di wilayah perbukitan curam dan terjal. Kepala Kepolisian Los Angeles, Alex Villanueva, menyatakan kondisi helikopter sudah pecah berkeping-keping ketika anggotanya mencapai titik lokasi kejadian.

”Kondisi cuaca saat kejadian tidak memenuhi standar minimum terbang yakni 2 mil visibilitas,” ucap Josh Rubenstein, juru bicara Kepolisian Los Angeles dilansir Los Angeles Times.

Berdasarkan laporan CNN, selain Kobe dan putri keduanya, Gianna Maria-Onore Bryant, enam orang lain yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut di antaranya adalah pelatih baseball Orange County College John Altobelli beserta putrinya Alyssa Altobelli, dan sang istri Keri Altobelli. Nama-nama korban lain dalam kecelakaan tersebut masih dalam penelusuran pihak berwenang.

Helikopter yang ditumpangi Kobe disebutkan terdaftar dengan nomor penerbangan N72EX . Tahun pembuatannya adalah 1991.

Berdasarkan catatan Federal Aviation Administration (FAA), helikopter tersebut terdaftar sebagai milik Express Holding Corps, sebuah perusahaan penyewaan helikopter privat.

Kobe sendiri memang dikenal kerap menggunakan helikopter dalam bepergian dari rumahnya di Orange County. Itu untuk menghindari kemacetan parah yang sering terjadi di pusat kota Los Angeles. Kobe juga memiliki riwayat cedera punggung yang membuatnya tidak bisa duduk lebih dari dua jam di dalam mobil.

Selama hidup, nama besar Kobe telah melebihi olahraga basket itu sendiri. Sosoknya yang dikenal sebagai pekerja keras baik di dalam dan di luar lapangan telah menginspirasi jutaan anak di seluruh dunia. Bukan hanya Amerika Serikat.

Dia memilik julukan black mamba yang diambil dari salah satu tokoh protagonis di film Kill Bill garapan Quentin Tarantino. Dia sendiri yang menyematkan julukan tersebut ke dirinya. Kobe beralasan merasa sangat cocok dengan sifat tokoh tersebut, yakni seorang yang memiliki agresivitas tinggi dan pekerja keras.

”Ketika aku menemukan orang-orang terinspirasi dengan mamba mentality, itu membuat semua kerja keras, keringat, dan rutinitas bangun jam tiga pagi, yang aku lakukan selama ini terbayar lunas,” ucap Kobe dalam salah satu kesempatan wawancara dilansir E News. Selamat jalan Kobe.

Penghormatan untuk Bryant juga terlihat di pergelaran Grammy Awards ke-62. Berlangsung di Staples Center, Los Angeles, para host, pengisi acara, dan tamu undangan menunjukkan rasa belasungkawa untuk sang legenda basket.

Sementara itu, ribuan fans memadati bagian luar Staples Center. Lengkap dengan atribut dan jersey warna kuning dan ungu.

”Terima kasih Kobe, Terima kasih Kobe,” teriak mereka serentak, hampir mengalahkan kemeriahan acara Grammy di bagian dalam Staples Center.

Sejak momen red carpet, bentuk tribute untuk Bryant sudah mulai terlihat. Misalnya yang ditunjukkan oleh pasangan Priyanka Chopra dan Nick Jonas. Chopra menuliskan angka 24- nomor punggung Bryant- di kuku telunjuk kanannya. Lantas, Jonas mengenakan pita ungu-dari warna jersey LA Lakers- di kerah jasnya.

Host Alicia Keys pun mengajak penonton untuk mendoakan Bryant, Gianna, dan korban lain dari insiden jatuhnya helikopter.

”Kita semua berada di sini merasa sangat sedih di rumah yang dibangun Kobe Bryant,” kata Keys. Dia pun mengaku tahu betul betapa Bryant mencintai musik. ”Jadi mari kita buat perayaan ini sebagai penghormatan untuknya,” tambah pelantun Girl on Fire itu.

Keys lantas berkolaborasi bersama Boyz II Men. Mereka membawakan lagu berjudul It’s So Hard to Say Goodbye to Yesterday, yang mewakili perasaan banyak orang kala itu. Saat mereka menyanyi, dua jersey Los Angeles Lakers bernomor punggung 8 dan 24 milik Bryant tampak di bagian atas Staples Center.

Penyanyi dan musisi lain pun tak mau ketinggalan. Salah satunya Lizzo. Penyanyi yang malam itu mendapatkan nominasi terbanyak mempersembahkan acara dan penampilannya untuk almarhum Bryant.

”Malam ini untuk Kobe,” katanya sebelum memulai penampilannya. Atau, DJ Khaled yang meneriakkan ”Rest in peace, Kobe,” usai berkolaborasi dengan Kirk Franklin dan Meek Mill.

Musisi lain menunjukkan jersey Bryant saat tampil. Misalnya Lil Nas X yang membawakan Old Town Road dengan jersey Bryant tersampir di sofa di sebelahnya. (*/Los Angeles Times/ Vanity Fair/len/irr)