batampos.co.id – Keberadaan sejumlah warga yang berdalih pengatur lalu lintas di perempatan jalan ini telah meresah-kan pengguna kendaraan bermotor. Mereka mengeluhkan arus lalu lintas yang tadinya lancar malah menjadi macet setelah diatur ”Pak Ogah” yang meminta imbalan uang.

Merespons keluhan pengguna jalan raya yang semakin memuncak, Satlantas Polresta Barelang pun melakukan razia Pak Ogah di perempatan jalan kota, beberapa waktu yang lalu. Razia digelar di Jalan Gajah Mada Sekupang.

Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Muchlis Nadjar, mengatakan, razia itu dilakukan untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman pengendara, salah satunya dengan menertibkan keberadaan ”Pak Ogah” di perempatan jalan yang ramai arus kendaraan.

Keberadaan ”Pak Ogah” telah meresahkan pengguna jalan dan juga menjadi penyebab terjadinya kemacetan dan juga pemicu keributan di jalan.

”Banyak pengendara yang merasa takut dan tidak nyaman, karena melihat orang asing di persimpangan. Apalagi sambil memegang uang,” ujarnya, Senin (27/1) siang.

Mereka, menurut Muchlis, tiga orang yang diamankan pihaknya beberapa waktu yang lalu dipanggil ke kantor polisi untuk diberikan pembinaan agar tidak lagi menjalankan pekerjaan yang dinilai membahayakan keselamatan dirinya maupun pengguna jalan yang lain.

Namun, usai diamankan Satlantas Polresta Barelang, di beberapa ruas jalan wilayah Sekupang, beberapa ”Pak Ogah” masih ”bekerja” di perempatan jalan. Paling sedikit berdua dan paling banyak bertiga.

Arus kendaraan yang lurus terkadang lancar, tiba-tiba disetop gara-gara ada mobil yang ingin melintas.

Hal tersebut membuat arus kendaraan menjadi macet dan sempat terjadi keruwetan kendaraan setelah sebuah mobil lolos dari menyeberang. Kondisi tersebut sering memicu keributan antarpengguna jalan.

Setiap kali mobil ingin melintas di perempatan, biasanya mereka menunggu sopir memberikan uang.

”Memang sudah meresahkan Pak Ogah di perempatan jalan yang padat arus kendaraan. Seharusnya dicegah atau dirazia terus oleh polisi,” kata Emi, warga Tiban Center.

Muchlis berjanji akan kembali melakukan penindakan.

”Kami akan cek kembali keberadaan mereka. Bila ada ditemukan, tentunya akan kami lakukan penindakan,” ujarnya. (gie)