batampos.co.id – Insiden kecelakaan pesawat kembali terjadi di Iran. Kemarin (27/1) pesawat jet jenis McDonnell Douglas MD-83 milik Caspian Airlines mendarat di jalan raya dekat Bandara Mahshahr. Sebanyak 135 penumpang dan kru pesawat selamat. Hanya dua orang yang dilaporkan luka-luka.

’’Pilot telat mendaratkan pesawat,’’ ujar Otoritas Penerbangan Provinsi Khuzestan, Iran, Mohammadreza Rezaeia seperti dikutip Agence France Presse.

Keterlambatan itu mengakibatkan pesawat yang terbang dari Bandara Mehrabad, Iran, tersebut keluar landasan dan meluncur ke jalan.

Dalam video yang beredar di dunia maya, tampak para penumpang keluar dari pintu depan dan pintu darurat. Wajah mereka terlihat tegang. Salah satu jurnalis yang menjadi penumpang di pesawat tersebut mengungkapkan bahwa roda belakang pesawat rusak saat mendarat.

’’Pesawat itu bergerak tanpa roda sebelum akhirnya berhenti,’’ ucapnya.

Karena itulah, lambung bagian bawah pesawat rusak parah. Beruntung, tidak ada percikan api yang mengakibatkan kebakaran. Otoritas penerbangan Iran menyatakan akan menyelidikinya lebih lanjut.

Iran memiliki rekor keselamatan udara yang rendah. Sebab, mereka memakai pesawat-pesawat tua. Beberapa negara di Uni Eropa membatasi hingga melarang maskapai Iran masuk wilayah udara mereka karena masalah keselamatan tersebut.

Pada Februari 2019, sebanyak 66 orang tewas dalam kecelakaan pesawat di negara itu. Dua pekan lalu pesawat milik Ukrainian International Airlines ditembak jatuh oleh rudal Iran dan membuat 176 orang di dalamnya tewas.

Teheran sudah bertahun-tahun diberi sanksi karena pengayaan nuklir yang mereka lakukan. Negeri para Mullah itu berencana memperbarui pesawat-pesawat komersialnya ketika sanksi dicabut. Kesepakatan nuklir dengan AS dan beberapa negara lainnya dibuat pada 2015.

Sayangnya, pada 2018 lalu Presiden AS Donald Trump keluar dari kesepakatan tersebut dan tetap menjatuhkan sanksi ke Iran. Departemen Keuangan AS mencabut izin penjualan pesawat komersial Boeing dan Airbus ke Iran. (*/sha/c20/dos)