batampos.co.id – Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mematangkan proyek pembuatan drone Elang Hitam (EH). Tidak tanggung-tanggung, mereka langsung membuat lima varian drone EH. Dimana dua diantaranya adalah berjenis kombatan alias dilengkapi senjata.

Penamaan kelima drone itu adalah EH-1, EH-2, EH-3, EH-4, dan EH-5. Untuk drone EH-1, EH-2, dan EH-3 memiliki fungsi untuk intelligence, surveillance, target acquisition, dan reconnaissance atau disingkat ISTAR.

Sementara untuk drone EH-4 dan EH-5 memiliki spesifikasi kombatan dan digadang-gadang menyamai drone tempur CH-4 Rainbow buatan Tiongkok yang kini digunakan oleh TNI. Kepala BPPT Hammam Riza menuturkan pemerintah menyepakati adanya langkah percepatan untuk proyek drone Elang Hitam itu. Semula pesawat tanpa awak itu ditargetkan lolos sertifikasi dan siap digeber di angkasa pada 2024. Tetapi akhirnya target itu dipercepat menjadi 2022.

’’Dengan adanya isu seperti kedaulatan di Natuna, maka kesiapan misi pesawat kombatan ini sangat diperlukan,’’ tuturnya kemarin (28/1). Dengan demikian upaya percepatan pembuatan drone Elang Hitam harus dilakukan.

Dia menjelaskan dewain awal drone yang digunakan adalah EH-1. Kemudian dikembangkan menjadi drone kombatan dan dilengkapi sistem persenjataan untuk EH-4 dan EH-5. Hammam mengungkapkan dengan percepatan itu, maka pengembangan drone EH-1, EH-2, dan EH-3 serta EH-4 dan EH-5 bersamaan pada periode 2020-2022. Semula khusus untuk drone EH-4 dan HE-5 rencananya ditargetkan rampung pada 2024.

Drone tipe MALE menjalani proses roll-out di hanggar komplek PT Dirgantara Indonesia (DI) di Bandung, Senin (30/12/2019). Foto: dokumentasi BPPT/jpg

Menurut Hammam dengan segala kelengkapan teknisnya, drone Elang Hitam menjadi wahana penting Indonesia untuk menjaga kedaulatan. Baik di wilayah darat maupun laut melalui pantauan udara. ’’Drone Elang Hitam ini akan menjadi semacam CCTV di langit nusantara,’’ tuturnya.

Setelah sukses membuat drone, Hammam mengatakan ke depan pemerintah perlu merancang teknologi persenjataan antidrone.

Senjata antri drone menurutnya sudah dikembangkan oleh Turki. Menurutnya Turki tengah mengembangkan sistem pertahanan antri drone. Teknologi persenjataan antri drone diantaranya bisa menggunakan laser. (wan)