ATB tengah melakukan rangkaian pekerjaan peningkatan produksi IPA Mukakuning guna meningkatkan kontinyuitas suplai ke wilayah Batuaji, Tanjunguncang dan sekitarnya.

PT Adhya Tirta Batam (ATB) menggelontorkan investasi lebih dari Rp 6 miliar untuk peningkatan kontiniunitas suplai ke wilayah Batuaji, Tanjung Uncang dan sekitarnya. Upaya ini dilakukan melalui rangkaian pekerjaan di Piayu dan Muka Kuning.

“ATB berkomitmen untuk menjaga keandalan suplai hingga titik terakhir. Ini bentuk komitmen kami untuk memberikan pelayanan air bersih terbaik bagi masyarakat Batam,” ujar Head of Corporate Secretary ATB, Maria Jacobus.

Ada dua rangkaian pekerjaan utama yang dilakukan ATB dalam rangka meningkatkan kontinyuitas suplai ke wilayah Batuaji, Tanjunguncang dan sekitarnya. Yakni peningkatan kapasitas pompa di Piayu, dan peningkatan kapasitas produksi di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Muka Kuning.

Rangkaian pekerjaan ini akan meningkatkan kapasitas pompa di IPA Piayu dari 200 Liter Perdetik menjadi 270 Liter Perdetik. Sementara kapasitas produksi di IPA Mukakuning akan meningkat 40 liter perdetik dari sebelumnya.

Kedua paket pekerjaan ini akan mendorong naiknya waktu air mengalir di Batuaji, Tanjunguncang dan sekitarnya. Kendati belum bisa mengalir 24 jam, namun waktu aliran air akan bertambah secara signifikan.

“Hasil dari pekerjaan ini tidak hanya untuk mengatasi kekurangan air yang saat ini ada, tapi juga mengantisipasi pertumbuhan pelanggan di daerah tersebut,” jelas Maria.

Kedua pekerjaan ini sudah mulai dilakukan sejak pertengahan Januari 2020 silam, dan diprediksi akan selesai pada Februari 2020 mendatang. Dengan selesainya keperkaan ini, warga akan mendapat solusi sementara terkait rendahnya kontinyuitas suplai ke wilayah tersebut.

Sementara itu, Menurut Maria butuh solusi jangka panjang untuk menjamin suplai ke daerah tersebut bisa 24 jam. Sebagai perencanaan jangka panjang tentu dibutuhkan waduk baru seperti waduk Tembesi untuk menambah suplai air.

“Permintaan kebutuhan air bersih di wilayah Tanjung Uncang dan Batu Aji terus meningkat. Butuh waduk baru untuk mengatasi hal tersebut. Harapannya pemerintah bisa menggesa pengelolaan waduk Tembesi,” imbuh Maria.

Sebelum solusi jangka panjang itu direalisasikan, ATB tetap berupaya mengoptimalkan keandalan suplai melalui berbagai cara. Ini dilakukan sebagai upaya dan dedikasi ATB dalam memberikan tanggung jawab dari sisi pelayanan ke pelanggan.

“Kami tentu punya rasa tanggung jawab, walau akan berakhir kami tetap memberikan pelayanan air bersih yang berkualitas ke pelanggan. Ini rangkaian program jangka pendek yang kami siapkan selain membenahi jalur-jalur pipa existing distribusi yang sudah ada,” sebutnya. (*)