ilustrasi: irishtimes.com

Dapatkah Anda membayangkan jika tidak ada gas di rumah Anda? Memang benar Anda bisa saja menggunakan oven atau microwave untuk masak. Namun, kalau masakannya harus dibuat dalam porsi besar, tentu akan sulit kalau Anda tidak menggunakan kompor buat memasaknya. Belum lagi, Anda juga tidak bisa mengolah masakan dengan cara yang lebih bervariasi, seperti menggoreng, mengukus, menyangrai dan sebagainya. Pada dasarnya oven dan microwave memiliki fungsi yang lebih baik untuk memanaskan makanan. Maka dari itu, cara konvensional memasak dengan kompor masih tetap dilakukan hingga saat ini.

Gas Sudah Menjadi Bagian Tidak Terpisahkan dari Kehidupan Kita

Hampir setiap rumah tangga di Indonesia pasti menggunakan gas elpiji untuk kebutuhan sehari-hari. Terutama, gas ini dipakai untuk menyalakan api kompor yang kemudian digunakan untuk memasak. Selain gas elpiji sendiri, sebenarnya ada alternatif lainnya yang bisa Anda gunakan. Alternatif tersebut yakni pemasangan jaringan gas bumi di rumah Anda. Jadi, nanti gas bumi langsung dialirkan melalui pipa, sehingga Anda tidak memerlukan tabung elpiji lagi.

Jika ada di antara Anda yang mungkin merasa masih asing dengan jaringan gas bumi, sebenarnya di negara-negara yang sudah lebih maju, instalasi ini sudah biasa dilakukan. Sebagai contohnya, di Korea Selatan, penggunaan gasnya juga sudah memakai jaringan gas bumi ini di setiap rumah. Jadi, masyarakat di sana hampir tidak menggunakan tabung gas. Di Indonesia sendiri, layanan pemasangan jaringan gas bumi ini sedang dibangun di berbagai daerah. Dengan sistem berlangganan, nanti Anda bisa cek tagihan PGN untuk membayarnya.

Namun, tidak hanya sistem jaringan gas bumi ini saja yang bisa Anda manfaatkan untuk berlangganan. Anda juga bisa berlangganan elpiji dengan mudah. Sementara, untuk pembayaran tagihannya bisa Anda lakukan secara online. Kalau sudah berbicara tentang tagihan, tentu besar nominalnya juga bergantung kepada penggunaan gas Anda di rumah. Semakin banyak dan sering Anda menggunakannya, maka makin besar juga biaya tagihan gas yang perlu Anda bayar. Untuk itu, Anda bisa menerapkan tips cermat untuk menghemat pemakaian gas.

Berhemat Penggunaan Gas di Rumah dengan Tips-Tips Sederhana

Mungkin Anda sedang heran sendiri, mengapa biaya pengeluaran gas elpiji Anda semakin tinggi? Anda pun berupaya hemat gas namun tetap saja tidak terjadi perubahan. Sebenarnya tidak ada yang salah. Bisa jadi, Anda hanya belum menerapkan semua jurus terjitu untuk menghemat pemakaian gas tersebut. Sebab, sebenarnya, kalau Anda cermat dalam menggunakan gas, maka Anda bisa berhemat sampai 30%. Jadi, Anda pun tidak akan keseringan beli tabung gas elpiji. Mari simak beragam cara menghemat penggunaan gas seperti berikut ini:

Membuat Perencanaan Masak Pakai Kompor Gas

Pernah tidak, Anda asal saja melihat bahan-bahan masak yang ada, lalu mempersiapkannya tanpa memikirkan takarannya serta cara masaknya nanti? Kalau iya, ini menjadi salah satu hal yang bisa menyebabkan penggunaan gas menjadi boros. Akan lebih baik kalau Anda membuat perencanaan yang matang sebelum mematangkan masakan Anda tersebut. Jadi, misalnya Anda ingin membuat sop ayam. Maka, Anda kira-kira saja bahan dan bumbunya terlebih dahulu, setelah itu baru Anda mulai persiapkan masak.

Sebab, terkadang kita tidak sadar kalau masakan yang dibuat itu ternyata terlalu banyak. Jadi, akhirnya masakan Anda jadi bersisa karena tidak habis dimakan. Jika bisa disimpan dan dipanaskan, maka tidak masalah. Namun, ada masakan yang harus dihabiskan dalam sekali makan, bukan. Maka dari itu, perencanaan masak itu penting. Bukan hanya untuk berhemat gas, namun Anda juga jadi hemat bahan makanan.

Memasak dengan Cara Presto Itu Lebih Hemat Gas

Salah satu masakan yang terkenal biasa diolah dengan cara presto yakni ikan bandeng. Namun, sebenarnya Anda bisa membuat berbagai macam masakan dengan teknik presto. Tidak hanya membuat makanan Anda menjadi benar-benar empuk, namun teknik presto juga bisa membantu Anda berhemat gas. Alat presto sendiri umumnya berupa panci bertekanan yang materialnya tebal dengan desain tertutup seluruhnya. Di dalamnya ada wadah kecil tempat Anda menaruh bahan makanan.

Jadi, nanti pancinya diisi dengan air atau cairan masak lain. Kemudian, Anda memasukkan bahan makanan yang akan dimasak ke dalam wadah, lalu wadahnya dimasukkan ke panci tadi. Desain panci presto menghantarkan panas dengan sangat baik dan cepat, serta menyeluruh dari segala sisi ke bahan makanan yang Anda masak. Anda bisa memasak nasi, sayur hingga daging dengan cara ini. Penggunaan presto lebih hemat gas 20% untuk masak nasi, dan 41,5% saat dipakai memasak daging. Bagaimana mungkin ini tidak menghemat tagihan gas Anda?

Gunakan Air Maksimum Secukupnya Tanpa Berlebihan

Biasanya, banyaknya air bergantung dari jenis hidangan yang Anda masak. Namun, terkadang hal tersebut juga tergantung pada orang yang memasaknya. Air sendiri biasanya digunakan untuk merebus bahan seperti sayur atau daging agar menjadi empuk. Terkadang, ada orang yang tanpa sadar terbiasa memasukkan air sangat banyak ke dalam panci, dengan alasan agar bahan-bahan yang hendak direbus bisa tenggelam dan terebus sepenuhnya.

Namun, sebenarnya Anda tidak perlu melakukan ini. Bukan hanya membuat penggunaan gas boros karena jumlah air yang terlalu banyak. Namun, waktu merebus yang juga menjadi terlalu lama bisa menghilangkan kandungan nutrisi penting, terutama yang ada di dalam sayuran. Maka dari itu, gunakan air secukupnya saja, sesuai dengan bahan masak yang akan Anda rebus. Menghemat air untuk merebus seperti ini bisa membuat Anda hemat gas hingga 65%.

Kecilkan Api Begitu Air untuk Merebus Sudah Mendidih

Ketika Anda ingin merebus bahan makanan, umumnya Anda memanaskan airnya terlebih dahulu sampai mendidih, barulah Anda memasukkan berbagai bahan ke dalamnya. Hal yang sering terjadi yakni Anda tidak mengecilkan api, bahkan setelah bahan-bahan dimasukkan ke dalam air yang mendidih tersebut. Sebenarnya ini tidak berbahaya untuk dapurnya, namun bisa membahayakan penggunaan gas Anda karena jadi lebih boros. Bukankah sayang sekali?

Maka dari itu, Anda bisa membiasakan untuk mengecilkan api begitu air sudah mendidih. Sebab, air tersebut sudah mencapai panas yang maksimum. Jadi, tidak apa-apa jika Anda mengecilkan api, karena panas airnya pasti awet di suhu tersebut. Jika Anda terbiasa melakukan ini setiap kali merebus makanan dengan air, maka penggunaan gas Anda bisa hemat hingga 25%. Anda juga tidak perlu khawatir Anda akan memasak lebih lama, karena waktu masaknya juga sama saja dengan ketika Anda membesarkan apinya.

Merendam Bahan Masakan Sebelum Merebusnya

Ini bisa Anda lakukan untuk bahan masak seperti sayur dan daging. Terutama, Anda bisa menggunakan metode ini untuk sayuran. Jadi, alih-alih memasukkan sayuran yang masih benar-benar mentah dan keras, Anda bisa merendam aneka sayur tersebut terlebih dahulu. Rendamlah di air biasa dan bukan air panas atau air mendidih di kompor. Sedikit banyak, ini bisa membuat sayurnya jadi lebih empuk. Jadi, setelah itu Anda pun lebih mudah untuk merebusnya.

Ketika sayuran yang akan Anda rebus atau masak sudah empuk, maka Anda juga tidak akan memerlukan waktu yang terlalu lama untuk memasaknya. Jika ingin benar-benar maksimal, Anda bisa merebus sayur tersebut semalaman baru kemudian dimasak keesokan paginya. Merendam sayur sebelum memasaknya seperti ini bisa menghemat penggunaan gas Anda hingga 22%. Berarti, ini menguntungkan Anda, bukan.

Burner Kompor yang Bersih Bisa Menghemat Gas

Bukan hanya dari segi teknis memasak saja, namun Anda juga perlu memperhatikan kompor gas yang Anda gunakan untuk masak. Perhatikan burner kompor tersebut. Burner merupakan alat penyangga peralatan masak seperti panci, wajan dan teflon. Biasanya, burner ini terletak di atas kompor dengan bentuk persegi dan ada lingkaran di tengahnya, tempat api menjalar ke peralatan masak. Ketika burner ini dipakai masak, sangat lumrah jika minyak dan sisa bahan masakan lainnya menempel pada burner-nya.

Jika ini dibiarkan terlalu lama, maka bisa membuat burner-nya kotor serta jadi lebih lambat dalam menghantarkan panas. Inilah yang bisa menyebabkan penggunaan gas melebihi yang semestinya. Maka dari itu, penting bagi Anda untuk rajin membersihkan burner tersebut. Selain membuat kompor gas Anda sedap dipandang, ini juga dapat membantu menghemat penggunaan gas Anda. DI samping itu, kompor Anda juga terasa nyaman dipakai.

Rajin Membersihkan Semua Peralatan Masak

Kalau Anda memperhatikan wajan penggorengan Anda yang sudah berusia tua, mungkin Anda akan melihat kerak pada permukaan bagian bawah luarnya. Kerak tersebut terlihat menempel di bagian wajan yang biasanya dipanaskan api saat Anda gunakan untuk menggoreng atau memasak. Setipis apapun kerak tersebut, jika tidak Anda bersihkan maka ini bisa membuat wajan Anda lebih lama menghantarkan panas api, sehingga gas yang terpakai juga makin banyak.

Padahal, sebenarnya Anda tidak perlu menggunakan gas sebanyak itu. Namun, karena adanya kerak itu tadi, Anda jadi membuang gas untuk keperluan yang kurang begitu penting. Oleh karena itu, akan sangat baik apabila Anda rajin membersihkan seluruh peralatan masak Anda yang ada di rumah. Terutama alat-alat yang Anda gunakan langsung untuk masak. Khususnya, peralatan yang berfungsi sebagai wadah masakan selama proses memasak, seperti wajan dan panci. Jika semua peralatan Anda bersih, maka bukan hanya menyenangkan saat dilihat, namun juga membantu Anda berhemat gas.

Berhemat Gas Menguntungkan Anda yang Berlangganan Elpiji

Jika Anda sudah hemat gas, pasti jumlah tagihannya pun akan lebih bersahabat. Untuk membayar tagihan PGN sendiri, Anda cukup melakukannya secara online. Anda tinggal mengunjungi toko online yang juga melayani pembayaran tagihan PGN, masukkan nomor pelanggan Anda, lalu bayar sesuai dengan jumlah tagihan yang tertera. Prosesnya cepat dan mudah, bahkan Anda bisa menikmati kemudahan paperless dan frictionless. Jadi, Anda tak perlu menggunakan kertas struk dan juga tidak usah menggesekkan kartu apapun.

Kebiasaan menghemat gas sendiri tidak hanya menguntungkan Anda saja. Namun, tindakan cerdas ini dapat turut membantu penggunaan gas bumi secara bijak. Jadi, secara tidak langsung Anda juga menjadi konsumen yang semakin sadar akan penggunaan sumber energi, dengan cara yang lebih baik. (*)