Farida Ismail (58) kini memiliki rumah sendiri. Ia dan suaminya (alm.) Nurdin (63), adalah pasien dampingan Aksi Cepat Tanggap Kepulauan Riau, (alm.) Nurdin ialah penderita tumor otak yang awal 2019 lalu sempat viral di Batam. Farida mendampingi Nurdin yang menderita tumor otak, pulang ke kampung halaman mereka di Aceh Timur pada Maret 2019 lalu. Saat pindah ke Aceh Timur, Farida dan Nurdin tinggal di rumah saudara mereka di daerah Ranto Peureulak.

Tim ACT Kepri pun bertolak ke Aceh Timur untuk mengadakan syukuran dan serah terima rumah untuk Farida, Selasa (28/1). Acara tersebut dihadiri perangkat desa dan tokoh masyarakat setempat.

Khairul Hafizh dari Tim Program ACT Kepri menerangkan, bangunan rumah beserta perabot untuk Farida merupakan urun kepedulian sahabat dermawan melalui Kitabisa.com. “Kami berharap, hadiah ini dapat membuat Bu Farida menikmati masa tuanya dengan nyaman,” kata Khairul.

Setelah kepergian suaminya, Farida tetap menjadi perhatian tim ACT Kepri. Khairul menerangkan, Farida menderita diabetes dan sudah mulai kesulitan berjalan dan berdiri. Selain tim ACT Kepri, Relawan Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) Aceh Timur juga melakukan pendampingan.

“Setelah melakukan beberapa kali pendampingan di Aceh, tim ACT Kepri memutuskan untuk membangun rumah sederhana untuk tempat tinggal nenek Farida yang telah ditinggal sang suami,” tambah Khairul.

Ungkapan terima kasih dan ucapan syukur disampaikan Farida. ia amat bersyukur atas perhatian yang diberikan masyarakat kepada keluarganya. “Terima kasih ACT, telah membantu saya sejak di Batam sampai di Aceh. Sekarang, alhamdulillah kami dibuatkan rumah meskipun sekarang ibu tinggal tidak sama bapak (almarhum Nurdin),” ungkap Farida dengan lirih.

Maret 2019 lalu ACT Kepri mengantarkan Nurdin, seorang penerima manfaat yang menderita tumor otak, bersama Farida menuju Aceh Timur. Mereka berharap dapat tinggal lebih dekat dengan saudara-saudaranya di kampung halaman dan berharap bisa terus berobat.

Didampingi MRI Aceh Timur kakek Nurdin rutin memeriksa kesehatannya, keluarga memutuskan untuk tidak mengambil tindakan operasi dikarenakan kondisi Nurdin yang sudah sangat tua. Pada September 2019, Nurdin tutup usia. []