batampos.co.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam menargetkan bisa mendapatkan Rp 3,6 miliar dari retribusi sampah tahun ini. Hal ini disampaikan Kepala Bidang Persampahan, DLH Batam, Faisal Novrieco, Jumat (31/1/2020).

”Naik dari tahun lalu. Mudah-mudahan bisa tercapai hingga akhir tahun ini,” kata dia.

Ia menyebutkan, pihaknya akan memaksimalkan pelaya-nan agar target bisa terpenuhi. Retribusi setiap bulan dipungut berdasarkan tipe rumah objek retribusi. Pembayaran retribusi paling kecil Rp 9 ribu per bulannya. Selain permukiman, juga ada retribusi ruko hingga kawasan industri.

”Ada juga retribusi pedagang kaki lima. Jadi semuanya akan kami maksimalkan lagi tahun ini,” ujarnya.

Melihat target yang cukup besar tersebut, pihaknya diminta untuk melayani peng-angkutan sampah lebih baik dan menekan keterlambatan pengangkutan sampah dari TPS ke TPA Telagapunggur.

”Kami antisipasi keterlambatan. Evaluasi selalu dilakukan setiap bulannya. Jika ada kendala di titik tertentu, kami berupaya selesaikan secepat mungkin,” ucap Faisal.

Untuk itu, DLH juga menambah pembelian delapan unit armada baru tahun ini. Delapan armada jenis dump truck akan didatangkan untuk memperlancar pengangkutan sampah.

Menurutnya, kondisi armada yang ada saat ini memang membutuhkan peremajaan. Untuk itu, adanya armada baru diharapkan bisa memaksimalkan pelayanan. Sehingga, keluhan masyarakat menurun. Hasilnya, pasti akan berdampak pada pendapatan retribusi.

Selain itu, untuk menekan kebocoran, pihaknya tetap menarik retribusi dengan sistem barcode yang sudah terpasang di rumah warga. Setelah uji coba selama tahun lalu, pihaknya menambah 23 ribu pemasangan barcode tahun ini.

”Penarikan retribusi terus membaik. Kami sangat berharap sistem ini bisa terus menekan kebocoran. Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Target retribusi mendekati 100 persen,” tambahnya. (yui)