Minggu, 1 Februari 2026

WHO: Virus Corona Sudah Gawat

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan kesehatan dunia, WHO, Jumat (31/1/2020) mengumumkan bahwa terjadi kedaruratan kesehatan masyarakat yang meresahkan dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Kasus yang dimaksud karena akibat virus corona atau flu Wuhan. Artinya seluruh negara harus menerapkan sistem siaga. Tak terkecuali Indonesia.

Menurut WHO, status tersebut diberlakukan karena adanya kematian di Tiongkok mencapai 212 orang. Selain itu, ada penularan di 18 negara yang diidap oleh 98 orang. Bahkan ada delapan kasus penularan dari manusia ke manusia yang terjadi di Jerman, Jepang, Vietnam, dan Amerika Serikat.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kemenkes, Widyawati, menyatakan untuk sekarang Indonesia masih dalam tahap deteksi.

”Bukan preventif,” katanya kemarin saat ditemui di kantornya.

Sekarang ini, menurutnya, Indonesia melakukan langkah yang sesuai dengan prosedur WHO. Karena masih tahap deteksi maka yang dilakukan adalah menjaga pintu masuk negara dan daerah lintas batas. Misalnya saja di bandara, pelabuhan, dan pos perbatasan negara.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Wiendra Waworuntu, menjelaskan bahwa dengan deklarasi PHEIC oleh WHO tak perlu disikapi berlebihan. Masa tersebut berarti negara harus siap siaga.

”Kolaborasi dan koordinasi harus ditingkatkan. Selain itu sumber daya manusia (SDM) harus lebih reaktif,” tuturnya, kemarin.

Dalam situasi ini, Tiongkok juga melakukan pengawasan bagi mereka yang akan keluar dari wilayahnya. Mereka yang akan keluar dari Tiongkok harus melalui pemeriksaan. Yang sehat maka akan diberikan sertifikat.

Di Indonesia, selain siaga di pintu masuk negara, laboratorium juga disiagakan. Bahkan ketika Tiongkok menyatakan wabah pada akhir Desember lalu. Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Teknologi Dasar Kesehatan Badan Litbang Kesehatan Kemenkes, Vivi Setiawaty, mengungkapkan bahwa alat pemeriksaan di laboratoriumnya mumpuni.

”Testing kit untuk virus tersebut sudah ada. Sejak kasus ini ada sudah ada panduan pemeriksaan dari WHO,” ujarnya.

Hingga kemarin, setidaknya ada 30 orang yang diperiksa. Seluruhnya dinyatakan negatif.

”Untuk melakukan pemeriksaan, sampel yang diambil adalah bagian orofaring, nasofaring, dahak, dan serum pada saat bergejala serta serum 14 hari kemudian,” ucapnya.

Pemeriksaan secara laboratorium dilakukan pada mereka yang baru pulang dari Tiongkok dan menunjukkan gejala demam, batuk, dan sakit tenggorokan. (*/lyn)

Update