Senin, 6 April 2026

BP Minta Lahan Mangkrak Segera Digarap

Berita Terkait

batampos.co.id – Badan Pengusahaan (BP) Batam akan membuka kembali kasus Janda Berhias dalam waktu dekat ini.

Pasalnya, BP tak ingin lahan yang diperuntukkan untuk industri itu terus terlantar bertahun-tahun.

”Untuk lahan, termasuk beberapa investasi yang mangkrak seperti Janda Berhias, saya mau garap tahun ini. Itu masalah besar, tapi banyak yang menghindari. Kalau dihindari, maka tanah di sana bisa terlantar,” ujar Deputi III BP Batam, Sudirman Saad, Senin (3/2).

Langkah pertama dimulai dengan pertemuan bersama antara pengelola kawasan Westpoint Maritime Industrial Park, yakni PT West Point Terminal dan BUMN dari Tiongkok, Sinopec yang mengklaim sudah berinvestasi di pulau tersebut.

”Kita akan masuk. Dan yang terpenting, tidak conflict of interest. Kita ajak Sinopec dan dari Indonesia (West Poin) untuk bertemu. Intinya kalau ada konflik, selesaikan secara business to business saja, tapi jangan seret negara untuk menelantarkan lahannya,” paparnya.

Sudirman menjelaskan, sekitar 100 hektare lahan di pulau tersebut, namun baru 75 hektare yang menjadi Hak Guna Bangunan (HGB).

”Potensi seperti itu ditelantarkan tak bagus. Mungkin pengusaha tak maksud begitu, mereka juga rugi kalau investasi tak masuk. Saya tahu ini masalah besar. Dengan cara saya, mudah-mudahan gampang diurai,” harapnya.

Sejak dilakukan groundbreaking pada 10 Oktober 2012, PT West Point Terminal (WPT), perusahaan joint venture antara Sinomart dan MCT untuk memulai proyek depo minyak di Janda Berhias tak kunjung memulai konstruksi.
Setelah itu, baru diketahui ternyata ada perselisihan antara pemegang saham PT WTP yaitu Sinomart KTS Development Limited, pemilik 95 persen saham yang berlokasi di Hongkong dan PT Mas Capital Trust (MCT), perusahaan Indonesia pemilik 5 persen saham. Sehingga pro-yeknya tidak kunjung berjalan hingga saat ini.

Gubernur Kepri, Isdianto juga berharap bahwa proyek ini dapat segera berjalan. Menurut Isdianto, percepatan pembangunan depo minyak di Batam oleh PT WPT juga akan meningkatkan kepercayaan investor terhadap iklim investasi di Batam. Dengan pembangunan proyek yang sudah mangkrak selama lebih dari 7 tahun ini harapannya akan menarik investor global lainnya.

“Batam adalah salah satu parameter investasi di Indonesia. Berjalannya kembali pembangunan Depo minyak milik investor seperti Sinopec dari Tiongkok itu akan berdampak luas terhadap minat investor lainnya. Semoga PT WPT segera memberikan kepastian kapan proyek ini akan dilanjutkan,” tegas Isdianto, belum lama ini. (leo)

Update