Ardian Kurniawan Santoso dari tim Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) – ACT di Salatiga, Jawa Tengah belakangan ramai jadi perbincangan setelah aksi kepeduliaannya terhadap Sukiyah, warga Dusun Karangombo, Desa Polobogo, Kecamatan Getasan, Semarang. Pada akhir Januari lalu, Ardian menggunting rambut Sukiyah yang panjangnya sekitar dua meter dan dihuni berbagai serangga dan tikus. Dari aksinya itu, nama Ardian sebagai relawan banyak dikenal karena kepeduliannya.

Jumat (31/1/2020), ACTNews berkesempatan mengikuti kegiatan Ardian di tempat tinggalnya di Kota Salatiga. Di kota kelahirannya itu, saat ini Ardian membuka usaha makanan siap saji berupa ayam goreng. Usahanya ini juga tak lepas dari kemitraannya dengan koki Humanity Food Truck Joni Hadikusuma.

“Dibukanya usaha ayam goreng ini juga berkat jejaring dengan teman-teman di ACT,” jelasnya.

Di hari itu usaha ayam goreng Ardian belum resmi dibuka. Maka dari itu, Jumat pagi ia menjadwalkan untuk berkunjung ke Rumah Tahanan Kelas II B Salatiga. Beberapa tahun lalu, Ardian pernah ditahan selama lebih kurang 8 bulan kurungan akibat kasus kriminal yang ia lakukan, sebelum akhinya dipindahkan ke rutan di Boyolali.

Sumarno, Kasubsie Pengelolaan Rutan Kelas II B Salatiga, mengatakan, selepas keluar dari penjara, Ardian masih secara rutin berkunjung ke rutan. Bukan untuk kembali ditahan, akan tetapi ia mengirimkan bantuan bagi rutan yang letaknya berada di pusat kota Salatiga ini.

“Pernah Ardian mengirim susu sama makanan ringan bagi tahanan, dia juga sering mengirim air bersih pakai truk tangki ACT karena rutan sering kesulitan air bersih,” ungkapnya, Jumat (31/1).

Ardian merupakan mantan narapidana kasus pencurian. Bukan sekali saja ia pernah ditahan di dalam jeruji besi. Sebelum masuk ke rutan di Salatiga, anak pertama dari tiga saudara ini pernah mendekam selama dua tahun di rutan di kota Jember, Jawa Timur. Total ada tiga rutan yang pernah menjadi hunian sementara Ardian sebelum akhirnya keluar dan memilih menjadi relawan MRI-ACT.

Walau di dalam penjara, bukan berarti Ardian tak melakukan apapun. Sumarno menuturkan, selama ditahan di Salatiga, peran Ardian sangat membekas bagi pembinaan narapidana lainnya. Ia menjadi penginisiasi kegiatan kerajinan tangan bagi napi.

Ardian Kurniawan Santoso (kanan)

“Sampai sekarang karya Ardian masih disimpan di ruang kepala lapas, ada vas bunga dan kerajinan lainnya. Setelah Ardian keluar penjara pun kegiatan itu selalu coba dilanjutkan sebagai cara pembinaan napi,” ungkap Sumarno.

Menjadi relawan

Beberapa tahun lalu, Ardian dinyatakan bebas dari hukuman penjara. Ia merasa cukup melakukan kejahatan yang membawanya ke dalam jeruji besi lagi. Ardian memilih untuk menjadi relawan di MRI.

Sejak menjadi relawan di MRI, berbagai aksi kemanusiaan telah ia lakukan. Misalnya saja, aksi di lokasi terdampak bencana di Sulawesi Tengah pada September 2018 lalu hingga menjadi relawan reguler yang mengoperasikan Humanity Food Truck ke berbagai lokasi untuk menghidangkan makanan siap santap.

Dalam berbagi kebaikan melalui dunia kerelawanan, Ardian tidak sendiri. Ia mengajak teman-temannya semasa di penjara dan telah menyelesaikan masa hukuman untuk terlibat dalam berbagai aksi kemanusiaan.

“Tujuannya ya kita berbuat baik bareng-bareng,” ungkap Ardian.

Kini, secara rutin Ardian mengikuti aksi sebagai pengemudi dan membantu kegiatan Humanity Food Truck. Bahkan, ia juga membantu uji kelayakan jalan Humanity Food Truck 3.0 dan 4.0.

Pada Kamis (30/1) lalu ia hadir di karoseri New Armada Magelang untuk mencoba truk baru itu.

“Hadirnya truk ini semoga menjadi penyemangat serta pengingat teman-teman dan masyarakat luas untuk selalu berbuat kebaikan di mana pun dan kapanpun,” ungkapnya.[*]