batampos.co.id – Bandara Internasional Hang Nadim Batam akan terus dikembangkan. Selain membangun gedung baru seperti terminal II, bangunan lama bandara ini juga akan diperbaiki.
Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, mengaku, pembenahan ini dalam rangka meningkatkan taraf Bandara Hang Nadim.
”Beberapa proses sudah dimulai sejak tahun lalu,” katanya, Selasa (4/2/2020).
Beberapa peningkatan itu yakni membangun terminal II. Terkait proses pembangunan terminal II ini, ia mengatakan, proses lelangnya akan keluar hasilnya di akhir April atau awal Mei tahun ini. Pemba-ngunan tersebut, katanya, akan memakan waktu sekitar 2 hingga 3 tahun. Selain pembangunan terminal II, pihaknya juga berencana akan melebarkan landasan pacu di Hang Nadim.

foto: batampos.co.id / cecep mulyana
”Hang Nadim memang memiliki landasan terpanjang, tapi perlu dilebarkan. Karena kurang memenuhi standar menurut aturannya,” ucapnya.
Kini, lanjutnya, pembangunan kargo juga sedang berlangsung. Keberadaan kargo di Bandara Hang Nadim tentunya akan memudahkan proses pengiriman barang.
”Lalu juga akan diwacanakan pembangunan parkir. Nantinya akan dipisah pelat hitam dan kuning. Biar tidak ada benturan lagi,” ungkapnya.
Selanjutnya, juga diwacanakan pembangunan masjid. ”Banyak yang tanya, susah salat Jumat kala mereka berada di Hang Nadim,” ucapnya.
Oleh sebab itu, Rudi menga-takan, pembangunan masjid akan dibuat di depan Bandara Hang Nadim.
”Itu di bukit (depan bandara). Di sana dibangun, karena anginnya banyak,” ujarnya.
Terkait teknis pembangunan ini, Rudi mengaku kurang me-ngetahuinya secara jelas. Namun yang pasti, katanya, seluruh dokumen untuk mendukung pembangunan ini sudah ditandatangninya semua.
Pembangunan Bandara Hang Nadim juga ditunjang dengan penambahan tenant baru. Rudi mengatakan, di Hang Nadim akan hadir perusahaan yang bergerak di bidang Maintenance and Repair Overhaul (MRO) dan pemotongan pesawat.
”Perusahaan Unical, saat saya dilantik (menjadi Kepala BP Batam) datang. Mereka i-ngin berinvestasi (di Batam),” ucapnya.
Rudi mengatakan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sudah menyetujui investasi ini.
”Akan segera kami luncurkan. Mereka sebut, uangnya sudah siap,” pungkasnya. (ska)
