batampos.co.id – Jalan Gajah Mada dari arah Sekupang menuju Nagoya dan sebaliknya, semakin padat hingga menyebabkan kemacetan. Terutama, di jam sibuk yakni pagi dan sore hari. Kepadatan arus lalu lintas terjadi pada pukul 07.00 WIB dan pukul 16.30 WIB, terutama di sekitar kawasan Southlink, Tiban.
Kondisi ini terjadi karena daya tampung jalan yang tidak memungkinkan lagi dengan bertambahnya jumlah kenda-raan. Laju kendaraan roda empat dan roda dua menga-lami perlambatan karena ruas jalan mengalami penyempitan.
“Hampir setiap hari macet. Kalau pagi mulai pukul 07.00-08.00 dan kalau sore mulai pukul 17.00-18.30 malam,” ujar Suryono, salah seorang pekerja.
Dia mengaku lebih capai saat melewati jalan tersebut. Sebab, kemacetan bisa terjadi hingga setengah jam dan laju kendaraan tidak bisa lebih dari 20 kilometer per jam. Ditambah lagi, dengan adanya kendaraan muatan besar seperti truk dan kontainer, sehingga menyulitkan kendaraan lain bergerak.
“Lebih parah lagi kalau ada mobil rusak atau ada yang kecelakaan. Bisa tambah parah macetnya,” ucapnya.

Pengendara melintas di Jalan Gajah Mada, Southlink, Sekupang, Jumat (27/9/2019) lalu.
Selain di kawasan Southlink, kemacetan juga sering terjadi akibat adanya pasar kaget di Tiban Kampung. Meski beberapa waktu lalu terjadi kecelakaan beruntun, namun aktivitas pasar kaget tersebut tetap masih berlanjut.
“Seharusnya ditiadakan lagi pasar itu. Jualan di tepi jalan besar, ditambah lagi kondisi jalan yang turunan dan mobil besar sering lewat,” ujar Ezy, pengendara lainnya.
Karena itu, warga berharap agar jalan tersebut dilebarkan. Jika tidak, dibuatkan jalur alternatif yang menghubungkan Sekupang atau Tiban menuju ke Nagoya atau kawasan sekitarnya.
Sebelumnya, Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, me-ngatakan pembangunan infrastruktur, khususnya pelebaran jalan akan dilakukan di seluruh penjuru Batam. Tetapi, akan dilakukan bertahap. Dimana, pada tahap awal akan dilakukan pelebaran jalan di daerah Nagoya dan Batam Center.
“Jalan di daerah Batuaji juga akan tetap kita lebarkan. Tetapi kita lakukan bertahap karena memang tidak bisa langsung serentak kita lakukan,” katanya. (gie)
