batampos.co.id – Anggota DPRD Kepri, Taba Iskandar, mengatakan, kelanjutan proyek pelebaran Jalan Laksamana Bintan tepatnya dari Simpang BNI menuju terowongan Pelita, tidak bisa dilaksanakan tahun ini karena terbentur minimnya anggaran.
”Kan defisit. Jadi, anggaran tak cukup untuk melanjutkan jalan itu. Waktu pembahasan, kami loloskan itu, karena memang prioritas juga,” kata Taba, usai menghadiri peres-mian gedung baru Imigrasi, Rabu, (5/2/2020).
Ia menjelaskan, 2018 lalu, pengerjaan jalan memang direncanakan selesai dalam dua tahun. Namun, karena beberapa faktor, kelanjutan jalan tidak bisa dikerjakan tahun ini.
”Tergantung usulan Pemko Batam lah. Mereka bisa usulkan di Musrenbang (Musawarah Rencana Pembangunan) tingkat provinsi nanti, untuk anggaran 2021 mendatang,” sebutnya.
Taba menyebutkan, pembangunan jalan ini dianggarkan Rp 80 miliar, hingga saat ini yang terserap baru setengahnya atau mencapai Rp 40 miliar. Sehingga, proyek pelebaran jalan itu belum selesai dikerjakan.

Proyek pelebaran Jalan Laksamana Bintan menuju terowongan Pelita belum rampung. Foto diambil Kamis (16/1) lalu.
Untuk itu, agar jalan yang terbengkalai ini bisa segera selesai, Pemko Batam bisa mengajukan kembali melalui Musrenbang tingkat provinsi. Ia berharap, proyek bisa dilanjutkan tahun berikutnya.
”Ya kalau sekarang memang tak bisa lagi. Karena anggaran dialihkan ke pembangunan Gurindam. Jalan ini merupakan salah satu prioritas sebenarnya. Karena itu, kami loloskan waktu pembahasan, namun karena uang tak ada jadi tak jalan tahun ini,” ungkapnya.
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mengatakan, akan kembali mengusulkan kelanjutan proyek ini melalui Musrenbang tingkat provinsi. Tahun ini, berdasarkan informasi Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Batam, memang tidak ada anggaran untuk melanjutkan proyek jalan tersebut.
Menurutnya, kelanjutan proyek ini mestinya dikerjakan tahun ini, karena sesuai kesepakatan pengerjaan proyek dikerjakan dalam waktu dua tahun berjalan.
”Kemarin mereka sudah balas surat dari kita, isinya saya lupa detailnya seperti apa. Yang jelas tak bisa dikerjakan tahun ini. Mudah-mudahan bisa lanjut tahun depan,” jelas Amsakar. (yui)
