Kamis, 9 April 2026

Waspada saat ke Singapura

Berita Terkait

batampos.co.id – Bertambahnya jumlah orang yang terinfeksi virus corona di Singapura menjadi 24 orang, termasuk satu pekerja migran Indonesia, membuat Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, meminta warga negara Indonesia -khususnya Batam- yang sering bepergian ke Singapura untuk lebih waspada.

”Ada peningkatan kewaspadaan pastinya. Kami tenaga kesehatan tentu lebih waspada juga. Apalagi sudah ada WNI yang terindikasi virus corona di Singapura,” kata Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi, Rabu (5/2/2020).

Ia menyebutkan, WNI yang terindikasi terkena virus corona bekerja sebagai asisten rumah tangga. Ia tertular dari majikannya yang bekerja sebagai pelayan toko alat kesehatan yang kerap dikunjungi turis Tiongkok.

”Untuk pekerja asal Batam yang sering bolak-balik ke Singapura harus lebih waspada, menghindari penularan virus corona ini. Untuk antisipasi bisa gunakan masker ketika bepergian ke sana,” katanya mengingatkan.

Selain mengingatkan mereka yang bepergian ke luar negeri, pemerintah masih mengetatkan pengawasan di pintu masuk wisatawan mancanegara. Petugas kesehatan dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) terus memantau setiap turis yang datang.

”Informasinya memang sepi yang datang. Tapi tenaga kesehatan tetap siaga. Ruang untuk antisipasi juga sudah disediakan di setiap pos pengecekan,” ujarnya.

Terkait pengetatan pintu masuk warga asing ini, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Anung Sugihantono, menyatakan bahwa pintu kedatangan dari Singapura kini paling mendapatkan perhatian. Tidak hanya melalui bandara namun juga pelabuhan dan jalur lintas batas lainnya.

”Saat ini diperkirakan ada 17 ribu orang lalu lalang SIngapura-Indonesia. Ini menjadi perhatian,” ungkapnya.

Selain itu, mereka yang datang dari Singapura akan diberi kartu kewaspadaan kesehatan. Kartu tersebut wajib diisi. Satu sisi diberikan ke petugas imigrasi, satu lagi dibawa oleh penumpang. Kartu tersebut tidak hanya ditujukan bagi mereka yang melakuan perjalanan sekali. Namun, juga bagi traveler atau pekerja yang sering bolak-balik Singapura-Indonesia.

Tak hanya berhenti di pintu masuk negara, perhatian juga diberikan sampai tingkat fasilitas kesehatan dekat tempat tinggal mereka yang membawa kartu kewaspadaan kesehatan. Fasilitas kesehatan dan dinas kesehatan di daerah juga diharapkan proaktif untuk melaporkan setiap kasus. Hingga kemarin, sudah ada 42 spesimen yang diterima oleh Balitbang Kemenkes untuk diteliti. Spesimen tersebut berasal dari 27 rumah sakit di 15 provinsi.

”40 dinyatakan negatif dan dua masih dalam pemeriksaan,” ungkap Anung.

Menhan ke Natuna

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengantar Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengunjungi tempat observasi 238 wni dari Wuhan di Lanud Raden Sadjad Natuna, kemarin. Kehadiran Menhan berupaya untuk meyakinkan Natuna aman dari virus corona dan penanganan virus corona tidak bleh panik.

Sekitar pukul 12.30 Menhan tiba bersama rombongan di Lanud Raen Sadjad. Dalam rombongan tersebut tampak Menkes juga hadir. Tak berapa lama, keduanya menggunakan bus menuju ke hanggar yang menjadi tempat observasi.

Keduanya berkeliling hanggar tersebut lebih dari 20 menit. Setelahnya, Menhan memberikan bantuan berupa obat-obatan untuk tim yang mendukung observasi. Prabowo menuturkan bahwa kehadirannya karena diajak Menkes untuk meninjau tempat observasi tersebut. ”Semuanya dalam kondisi sehat, alhamdulillah,” tuturnya.

Menurutnya, setiap pihak yang terlibat dalam mem­bangun tempat observasi tersebut telah menorehkan prestasi. Dengan profesional mampu untuk menye-lenggarkaan observasi bagi WNI dari Wuhan. ”Ini dibawah kendali TNI dan Kemenkes, saya bangga,” jelasnya.

Tentunya, keberhasilan menyelenggarakan tempat observasi ini tidak lepas dari Menkes yang adalah perwira tinggi militer, bahkan dokter militer yang menguasai masalah kesehatan dan pernah memimpin badan dunia menangani global health.

”Kebetulan dan seperti sudah diatur dari sononya,” ujarnya.

Dengan kedatangannya, dia berharap bahwa semua dapat yakin dengan pemerintah. Tidak boleh panik dalam menghadapi masalah semacam ini.

”Percaya pada pemerintah, kita harus cool dan mampu melaksanakan tugas,” jelasnya.

Yang juga menarik, ternyata WNI dari Wuhan juga mendapatkan bantuan alat musik, seperti keyboard dan alat karaoke. Tentunya musik bisa membuat WNI dari Wuhan ini meningkat semangatnya.

”Meningkatkan moril dan mudah-mudahan selama di tempat observasi dalam keadaan sehat,” jelasnya.

Semenara Menkes Terawan Agus Putranto menjelaskan, pihaknya saat ini sudah berkantor di Natuna. Kantor di Natuna ini bukan berarti duduk di belakang meja.

”Ya, kadang harus pergi selesaikan pekerjaan. Saya ini menterinya seluruh rakyat Indonesia,” urainya. (*)

Update