batampos.co.id – Dampak virus corona masih meme-ngaruhi kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Batam. Seperti terlihat di Sekupang Ferry Internasional (SFT), Jumat (6/2/2020).
Tidak seperti biasanya, kedatangan wisman sepi dan tidak ada antrean di ruang kedatangan. Begitu juga dengan angkutan wisata yang menjemput wisman juga tidak nampak se-perti biasanya.
Kepala Pengelola SFT, Jumarly, mengatakan, memasuki minggu pertama di Februari ini, angka kunjungan relatif sepi. Jumlah kunjungan belum kembali normal, pasca merebaknya virus corona.
”Masih sepi. Belum ada tanda-tanda bakal ada lonjakan,” kata dia.
Menurutnya, isu virus corona masih menjadi momok bagi wisman asal Singapura, sehingga mereka memilih menunda kunjungan hingga kondisi kembali normal.
Hal ditambah lagi belum ada vaksin untuk mengatasi virus corona ini. Warga Singapura sepertinya memilih untuk bertahan di negaranya. Me-reka tidak akan ke Batam kecuali ada keperluan.
”Hampir semua pelabuhan sepi. Namun di sini terasa sekali karena hanya dilewati turis Singapura saja,” jelasnya.
Menurutnya, kondisi saat ini belum bisa diprediksi sampai kapan terjadi. Soalnya solusi penanganan virus corona belum ada. Hal ini ditambah pula temuan kasus warga negara mereka yang positif virus corona.
”Mudah-mudahan cepat berlalu. Kalau berlarut-larut angka kunjungan wisata bisa turun,” sebutnya.
Terlebih berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam angka kunjungan wisatawan wisman ke Kota Batam sepanjang 2019 tercatat meningkat dibanding tahun sebelumnya. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batam, Rahyudin, mengatakan jumlah wisman yang berkunjung ke Batam pada 2019 lalu sebanyak 1.947.943 kunjungan.
“Jumlah ini naik 3,21 persen dibanding tahun 2018 seba-nyak 1.887.284 kunjungan wisman,” kata Rahyudin.
Jumlah kunjungan wisman ke Batam sepanjang 2019 lalu berkontribusi besar terhadap angka kunjungan wisman ke Provinsi Kepulauan Riau. Andilnya mencapai 67,99 persen dari total kunjungan wisman ke Kepri sebanyak 2.864.795 kunjungan.
Masih seperti tahun-tahun sebelumnya, wisman yang masuk melalui pintu internasional Kota Batam masih didominasi warga negara Singa-pura. Persentasenya mencapai 54,20 persen dari total wisman periode Januari-Desember 2019.
“Posisi kedua masih dipegang warga kebangsaan Malaysia, 11,26 persen. Selanjutnya India, Tiongkok, Filipina, Korea Selatan, Jepang, Inggris, Amerika Serikat, dan Australia,” tuturnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam, Ardiwinata, mengatakan jajarannya akan berupaya lebih keras lagi untuk mendatangkan lebih banyak wisman di 2020 ini. Berbagai cara akan ditempuh, di antaranya memperbanyak destinasi serta agenda pariwisata.
“Alhamdulillah, target wisman dalam RPJMD tercapai. Meski memang belum maksimal karena target yang ditetapkan pusat belum dapat kita capai. Tahun ini kita kembangkan lagi amenitas dan atraksinya. Di samping Pemko Batam terus membangun infrastruktur untuk mendukung aksesibilitas dunia pariwisata,” ujar Ardi. (yui/rng)
