Kamis, 9 April 2026

Ayo Terbang,…. Harga Tiket Pesawat Turun

Berita Terkait

batampos.co.id – Maskapai penerbangan rute Batam ke berbagai wilayah di Indonesia kini menurunkan harga tiket hingga ke titik paling bawah.

Salah satu tujuannya agar wisatawan Nusantara (wisnus) semakin banyak berkunjung ke antara wilayah di Indonesia, termasuk Batam. Apalagi saat ini, kunjungan wisatawan asing (wisman) ke Batam anjlok akibat mewabahnya virus corona di Tiongkok yang menyebar ke berbagai negara di dunia, termasuk Singapura dan Malaysia.

Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire, mengamini penurunan harga tiket tersebut.

”Sudah murah. Murah banget ini,” kata-nya, Jumat (7/2/2020).

Ia mengatakan, harga tiket murah ini akan berlangsung hingga dua bulan ke depan. Ia memprediksi tiket akan naik jelang puasa (April), lalu turun di pertengahan puasa. Lalu naik lagi di akhir puasa, jelang lebaran (Mei).

Akibat tiket murah ini, Bire mengakui jumlah penumpang Lion Group meningkat, baik yang berangkat dan datang ke Batam. Peningkatannya lebih dari 50 persen.

”Hampir setiap penerbangan terisi semua-nya. Tidak satu atau dua daerah saja, beberapa daerah cukup penuh,” ungkapnya.

Dari pantauan Batam Pos di laman penjualan tiket online, tiket Batam ke Jakarta dijual seharga Rp 609 ribu, Batam ke Padang Rp 470 ribu, Batam ke Medan Rp 594 ribu, dan Batam ke Pontianak Rp 683 ribu.

Harga tiket tersebut tergolong murah dibanding saat Imlek beberapa waktu lalu. Dimana harga tiket untuk ke Batam ke Pontianak Rp 760 ribuan. Lalu Batam ke Medan dijual di kisaran Rp 700 ribuan.

Sebelumnya, Sekjen ASITA Kepri, Febriansyah, menyebutkan tiket murah untuk rute domestik, akan meningkatkan pariwisata Indonesia. Di tengah mewabahnya virus corona, membuat pariwisata di Indonesia, khusus Kepri me-ngalami penurunan drastis.

Kendati begitu, ia masih yakin roda pariwisata tetap bergerak jika semua pihak melakukan upaya bersama. Salah satunya menggalakkan pariwisata dalam negeri.

”Mengandalkan wisatawan domestik,” ucapnya.

Suasana bandara Hang Nadim

Ia yakin dengan kebijakan tersebut, usaha pariwisata di Indonesia akan bangkit kembali. Ia menyebut kebijakan ini sudah dibahas di tingkat pusat.

”Intinya sesama orang Indonesia jalan-jalan lah,” ujarnya.

Hal senada dikatakan Ketua ASITA Kepri, Andika Lim. Ia yakin jika tiket murah, maka geliat wisnus ke Kepri akan semakin baik, sehingga penurunan wisman asal Tiongkok, Singapura, dan negara lainnya ke Kepri, bisa tertutupi wisnus.

”Kekhawatiran penyebaran virus corona ini memang memukul pariwisata Kepri,” katanya, Kamis (6/2).

Walaupun begitu, Andika memiliki keyakinan pariwisata Batam akan kembali pulih. Syaratnya, Batam dan wilayah lainnya di Kepri harus benar-benar bebas dari kasus virus corona. Jika ada kasus, akan berdampak besar terhadap pariwisata Batam.

”Kalau market Singapura bisa cepat pulih. Kalau Tiong-kok, mungkin butuh waktu agak lama. Kita sama-sama berdoa saja,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepri, wisman asal Tiongkok yang berkunjung ke Kepri pada 2019 sebanyak 286.512 kunjungan. Jumlah ini mengalami peningkatan 10,49 persen dibandingkan 2018 yang hanya 259.306 kunjungan.

Total wisman asal Tiongkok menyumbangkan 10 persen kontribusi terhadap jumlah wisman yang berkunjung ke Kepri. Namun, dengan lara-ngan masuk warga negara Tiongkok, maka Kepri akan kehilangan 10 persen wisman Tiongkok tersebut.

Rekor kunjungan wisman terbanyak ke Kepri sejauh ini memang masih dipegang Singapura. Yakni mencapai 1.390.076 pada 2019 atau sekitar 48,52 persen dari total kunjungan wisman.

Namun, penyebaran virus corona membuat warga Singapura takut, meski di Kepri belum ditemukan kasus. Banyak warganya yang akan menunda bepergian ke luar negeri, termasuk ke Kepri, mengingat Kepri terbilang rawan masuknya virus corona. (ska)

Update