batampos.co.id – Pemerintah juga melakukan proteksi lain agar tidak ada WNI yang tertular virus corona jenis baru ini.
Kementerian Ketenagakerjaan koordinasi dengan atase dan kepala bidang ketenagakerjaan di 12 negara. Koordinasi tersebut untuk pemantauan dan sosialisasi 2019-nCoV.
“Kami juga koordinasi dengan stakeholder, agensi, dan pemberi kerja di negara penempatan pekerja migran Indonesia,” tutur Kepala Seksi Perlindungan TKI Masa Penempatan Kementerian Tenagakerja Maptuha.
Selain itu, Kemnaker juga memberikan masker untuk pekerja migran Indonesia di Hongkong, Taiwan, dan Singapura. Sebab di negara tersebut sudah kesulitan masker.
Merujuk pada pembatasan WNI untuk menuju Tiongkok, Kemnaker akan mengeluarkan surat edaran untuk seluruh perusahaan penyalur pekerja migran Indonesia untuk melarang pengiriman ke Tiongkok. Selain itu, adanya pengetatan pekerja migran di Hongkong dan Taiwan.
“Tenaga kerja asing dari Tiongkok yang memiliki Kartu Izin Tinggal Terbatas (Kitas) yang melakukan liburan di negaranya akan diberikan reentry permit. Harus melalui pemeriksaan di bandara dan tidak bisa melalui penerbangan dari Tiongkok,” ucapnya.
Di sisi aviasi, kendati penerbangan direct dari dan menuju mainland Tiongkok disetop sementara, kewaspadaan terhadap lalu lintas penumpang di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten tak dikendurkan.
Pantau Turis dari 24 Negara Terinfeksi
Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) I Soekarno Hatta Anas Ma’ruf mengungkapkan, kewaspadaan justru lebih diperketat.
Pasalnya, bukan lagi penerbangan dari Tiongkok yang diawasi, tapi juga 24 negara yang sudah dinyatakan berkasus. Mulai dari Singapura, Bangkok, Filipina, Vietnam, Jepang, Korea Selatan, dan lainnya.
“Kan 24 negara ya yang dilaporkan terpapar,” ujarnya.
Pihaknya pun sudah mengidentifikasi penerbangan-penerbangan dari dan menuju negara-negara tersebut. Tercatat, dalam sehari ada sekitar 70 penerbangan dengan jumlah penumpang kurang lebih 10-12 irbu orang.
“Lalu yang dari Tiongkok itu kan hanya mainland saja yang dilarang. Masih ada Hongkong, Makau, dan Taipe kan yang boleh. Jadi, bukan yang leha-leha,” tegasnya.
Untuk pemeriksaan penumpang, kata dia, masih mengandalkan pemeriksaan suhu. Bagi penumpang yang berasal dari 24 negara terinfeksi, mereka diperiksa melalui thermal scanner yang dipasang sebelum imigrasi.
Kemudian dilakukan pemeriksaan acak pada beberapa penumpang. Sedangkan, untuk penumpang yang berasal dari Hongkong, Makau, dan Taipe, pemeriksaan dilakukan langsung di atas pesawat dengan menggunakan thermogun.
Lalu, sudah adakah yang terdeteksi bergejala serupa dengan pneumonia? Anas mengamini. Menurutnya, yang bersangkutan terdeteksi mengalami demam. Namun, setelah diperiksa lebih lanjut, dokter memutuskan bukan termasuk gejala pneumonia.
“Tidak kita kirim (rujuk, red). Orang Indonesia, baru keluar negeri 1-2 hari. bukan dari Tiongkok. Jadi kita pulangkan, tapi tetap dipantau,” paparnya.
Pantauan ini dilakukan secara jejaring dengan dinas kesehatan (dinkes) setempat. Pihaknya biasanya akan mengabari pihak dinkes terkait warganya yang diberi kartu kuning (health alert card) usai pulang dari luar negeri.
“Dinkes yang mengawasi setiap hari dan dinyatakan sehat saat ini,” tegasnya. (*/byu/syn/idr/mia/lyn)
