batampos.co.id – Singapore Airshow 2020, pameran aviasi bertaraf internasional tetap berlanjut meski pun negara tersebut sistem penanggula-ngan wabah penyakit, mening-kat statusnya menjadi status waspada (oranye) dari yang sebelumnya kuning terkait penyebaran wabah virus corona. Pameran ini tetap berlangsung selama 5 hari, mulai 11 hingga 16 Februari mendatang.

Pemerintah Singapura telah menetapkan dua acara yang tetap berlanjut di tengah teror virus corona menjadi pusat perhatian di negeri itu. ”Perayaan Thaipusam dan Singapore Airshow tetap berlangsung,” ujar Menteri Pembangunan Nasional Singapura, Lawrence Wong, seper-ti dilansir dari Channel News Asia, kemarin.

Wong mengungkapkan, telah berkomunikasi dengan penasihat kegiatan untuk mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi risiko virus corona baru kepada penyelenggara acara dan para undangan dan tamu.

”Kami mendorong langkah-langkah seperti skrining suhu, mencari gejala seperti batuk dan pilek, dan menolak masuk individu yang tidak sehat ke lokasi acara,” ungkapnya.

F. Lim Yong Teck/AFP
TIM Aerobatic Black Eagles dari AU Korea Selatan saat tampil dengan jet supersonik T-50 saat pelaksanaan Singapore Airshow 2018. Tahun ini, Singapore Airshow kembali digelar mulai 11-16 Februari mendatang.

”Pemahaman saya sampai sekarang, bahwa acara akan berlanjut, dan mereka akan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan, termasuk penyaringan suhu di awal dan akhir, dimana biasanya Anda akan memiliki lebih banyak orang datang,” katanya.

Ia menambahkan, untuk Singapore Airshow, panitia akan berupaya membatasi jumlah pengunjung umum, dan lebih memfokuskan para peserta dari tim aerobatic dari berbagai negara seperti Amerika Serikat, Australia, Korea Selatan, dan lainnya, di samping tindakan pencegahan lain yang diperlukan.

Pameran ini seperti tahun sebelumnya melibatkan ribuan peserta dari dunia internasional.

”Namun untuk keadaan tahun ini berbeda. Kalau penasehat pemerintah mengungkapkan untuk berhenti, maka harus berhenti. Tapi kalau penyelanggara acara minta tetap dilanjutkan, maka harus mengikuti tahapan-tahapan dan peraturan sesuai dengan kondisi dan sistem penanggulangan wabah penyakit,” jelas Wong.

Sementara itu, dilansir dari Reuters, Sabtu (8/2) kemarin, jumlah pasien positif terinfeksi virus corona di Singapura bertambah menjadi 33 orang. Adapun salah seorang pasien dari tiga kasus baru, berprofesi guru. Akibatnya, pihak berwenang di Singapura memerintahkan agar seluruh siswa dan staf yang pernah kontak langsung de-ngan guru tersebut, diliburkan selama dua minggu di rumah masing-masing dan mendapat pantauan dari tim medis Singapura.

Selain seorang guru, pasien lain yang baru terjangkit adalah pria asal Inggris yang melakukan sebuah pertemuan bisnis di Hotel Grand Hyatt Singapore pada pertengahan Januari 2020 lalu.

Dinaikkannya status oranye tersebut bertujuan mencegah penyebarluasan virus itu makin masif.

Staf Menteri Kesehatan Singapura, Kenneth Mak, meng-ungkapkan, hingga saat ini pihaknya belum bisa mengidentifikasikan sumber infeksi virus yang terjangkit pada pria Inggris tersebut. (cha)