batampos.co.id – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Batam masih menunggu persetujuan surat rekomendasi impor produk holtikultura dari Tiongkok ke Batam. Ini untuk menjaga stok sejumlah komoditas impor seperti bawang putih.

“Sekarang suratnya masih ditahan di Kementan. Sehingga barang impor seperti bawang putih dan lainnya belum bisa masuk lagi,” kata Kepala DKPP Batam, Mardanis, Sabtu (7/2).

Ia menyebutkan, saat ini Batam sangat ketergantungan barang impor terutama dari Tiongkok. Sementara impor buah dari beberapa negara seperti Amerika sudah disetujui pusat.

“Mudah-mudahan tidak sampai kekosongan. Karena ini menyangkut kebutuhan orang banyak,” sebutnya.

Mengenai solusi untuk mengatasi persoalan bawang putih ini, mantan Kepala Disdukcapil ini akan menggelar operasi pasar bersama dengan dinas terkait.

Pihaknya akan berkoordinasi dengan distributor untuk penyediaan stok bawang putih.

Berdasarkan data distributor per Desember 2019, stok bawang putih di gudang mencapai 129 ton. Sedangkan kebutuhan per hari hanya delapan ton. Itu artinya, stok harusnya masih cukup hingga saat ini.

“Sekarang ada dua distributor besar yang beroperasi memenuhi kebutuhan warga Batam ini. Informasi terakhir stok cukup. Jadi kalau soal harga yang saat ini melambung memang kami sedikit kesulitan mengontrolnya. Itu biasanya dari Disperindag kalau soal harga,” terangnya.

Ia berharap surat permintaan impor holtikultura ini segera disetujui. Sekarang ini pihaknya tidak bisa menemukan solusi selain menunggu izin dari Kementan. Dimana produksi dalam negeri juga belum sanggup mengakomodir kebutuhan semua daerah. Hingga kini petani lokal hanya mampu menghasilkan 20 persen dari total kebutuhan yang ada.

“Itulah kendala saat ini. Apalagi Batam semua impor. Mudah-mudahan stok jangan sampai habis, sebab bawang putih kan masuk dalam kebutuhan pokok juga,” imbuhnya.

Nelly, pedagang makanan mengaku harga bawang putih sudah naik selama beberapa hari ini. Biasa harga hanya Rp 20 ribu per kilogram (kg), namun sekarang naik hingga tiga kali lipat.

“Kalau kami pedagang makanan pasti butuh, tapi kok harganya bisa semahal ini,” ucapnya heran. Menurut informasi pedagang, bawang putih naik karena barang tidak boleh masuk. Karena virus corona, jadi ada pembatasan. Sekarang bawang putih yang berukuran kecil saja laku.

“Yang penting ada. Kalau di pasar masih tersedia hanya harganya mahal. Cabai merah saja sudah mahal, tambah lagi bawang putih. Kita berharap pemerintah untuk mengkontrol harga ini ,” kata dia.(yui)