batampos.co.id – Warga Kota Batam diimbau untuk tidak bepergian keluar negeri khususnya ke Singapura.

Pasalnya Pemko Batam telah mendapat kabar perihal penetapan status kewaspadaan oleh Pemerintah Singapura atas Virus Corona menjadi oranye.

Status oranye mengindikasikan penyebaran wabah yang serius yang dapat berdampak pada kesehatan publik.

Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, Kepri, terkhususnya Kota Batam merupakan daerah yang bertetangga dengan Singapura.

Terkait ini, ia mengimbau warga untuk tidak dulu melakukan perjalanan ke luar negeri, termasuk Singapura.

“Kalau boleh hentikan, kurangi atau tunda keluar negeri,” katanya, Minggu (9/2/2020).

Menurutnya, jika ada warga Batam yang keluar negeri dan kembali ke Batam akan dilakukan pemeriksaan ekstra dan diberikan catatan khusus.

Seorang warga meletakkan karangan bunga sebagai ungkapan duka atas meninggalnya dr Li Wenliang, orang pertama yang meng-ungkap virus corona di Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok. Foto: Anthony Wallace/AFP

Hal itu dikarenakan, alat pendeteksi suhu tubuh di pintu masuk pelabuhan internasional dan Bandara Hang Nadim Batam, tidak cukup efektif dijadikan dasar pencegahan menyebarnya Virus Corona atau 2019-nCoV.

Karena itu pihaknya telah berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan pelabuhan (KKP) Batam agar pemeriksaan di pintu masuk dapat ditingkatkan.

Dalam hal ini pemerintah menyiapkan tim khusus dan akan menurunkan tenaga untuk melakukan pantauan secara langsung sebagai pelapis pencegahan yang menggunakan alat.

“Ada pemeriksaan berlapis, tenaganya ada di kami. Kita waspada betul, kalau hanya alat akan beresiko, maka perlu manual diperhatikan satu persatu orang yang masuk, kalau ada yang dicurigai langsung ditangani khusus,” kata dia.

Hal ini untuk menghindari, hal-hal tak terduga seperti kemungkinan konsumsi obat penurun panas sehingga jika hanya merujuk pada suhu tubuh bukanlah hal yang efektif.

“Singapura yang maju dan alat canggih begitu bisa lolos apalagi kita. Alat ini hanya deteksi suhu tubuh, kalau tidak 38 suhunya tak akan merah akhirnya bisa lewat,” katanya.

Pada kesempatan ini, ia menyampaikan agar masyarakat sebisa mungkin mulai menghindari kegiatan dalam ruangan tertutup yang berpendingin udara.

Langkah ini sebagai antisipasi agar virus tersebut tidak menyebar.

“Virus ini hidup suhu dingin dan akan mati pada suhu panas yakni sinar matahari langsung. Saya minta kita juga rajin olahraga dan sering jaga kebersihan diri, terutama cuci tangan,” katanya.

Dalam kesempatan ini, ia mengaku terpaksa menyampaikan perihal tersebut karena semata-mata untuk menghindari virus tersebut.

Ia mengaku, dirinya tidak ingin ada warga Batam yang terjangkiti virus tersebut.

“Sebenarnya tak boleh katakan, tapi saya sayang warga saya. Kenapa saya minta mulai sekarang, sudah ada indikasi. Tapi saya tak bisa katakan karena belum fix beritanya,” imbuhnya.

“Saya tak bilang di Batam ya, tapi ada indikasi. Bapak ibu artikan sendiri,” ujarnya, menambahkan.

Terkait peningkatan penanganan di pintu masuk, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam Didi Kusmarjadi menyebutkan, Pemko Batam melalui Dinkes Batam membantu tenaga.

“Kita bantu tenaga. Sudah gitu saja. Bantu melototi,” ucap Didi via aplikasi pesan WhatsApp.(iza)