batampos.co.id – Sebanyak 3 sepeda motor dan 2 mobil terlibat kecelakaan di Simpang Jam atau tepatnya di bawah jalan layang (flyover) Laluan Madani, Senin (11/2) sore lalu. Kecelakaan ini terjadi dalam dua waktu berbeda namun dengan rentang yang berdekatan.
Dari rekaman CCTv terlihat, kecelakaan pertama pada hari itu terjadi pukul 17.10 WIB.
Kala itu, pengendara sepeda motor dari arah Nagoya melaju kencang ke arah Simpang Kabil dengan melalui jalan di bawah jembatan layang. Di waktu bersamaan, beberapa kendaraan dari arah Simpang Kabil yang hendak belok kanan ke arah Simpang BNI Seipanas, juga melintas. Akibatnya, sepeda motor dari arah Nagoya itu menabrak salah satu mobil dari arah Simpang Kabil. Setelah itu, sepeda motor lain di belakang mobil tersebut juga menabrak pengendara yang telah jatuh tersebut dan ikut terjatuh.
Kecelakaan kedua terjadi pukul 18.55 WIB. Di titik yang hampir sama, mobil dari arah Nagoya menabrak sepeda motor yang hendak belok kanan ke arah Simpang BNI Seipanas.
Kasat Lantas Polresta Barelang, Kompol Muchlis Nadjar, mengatakan kecelakaan tersebut diakibatkan kurangnya kesadaran pengendara terhadap rambu-rambu lalu lintas. Menurut dia, di lokasi tersebut sudah ada rambu yang jelas.

“Dari arah Nagoya kalau mau lurus (ke Simpang Kabil) harus lewat atas (jalan layang). Saya sudah langsung cek ke lokasi. Di sana jelas ada rambu yang menunjukkan rambu hijau dengan panah ke kanan kalau mau lurus (jembatan layang),” kata Muchlis, kemarin (11/2/2020).
Menurut dia, jalan di bawah jembatan layang hanya digunakan untuk berbelok ke arah Batam Center dan Sekupang, atau memutar balik ke arah Nagoya. “Tidak ada rambu bulat hijau (boleh melintas) di sana. Jadi tidak boleh lurus dari bawah jembatan layang,” tegasnya.
Sementara itu, Kabid Lalu-lintas Dinas Perhubungan Kota Batam, Edward Purba, mengatakan, di jalan tersebut sudah dipasang rambu lalu-lintas yang jelas. “Jadi rencananya dalam waktu dekat kita akan lakukan rekayasa jalan dalam beberapa fase,” katanya.
Menurut Edward, penyebab kecelakaan tersebut akibat pengendara menggunakan Global Positioning System (GPS). Dalam sistem navigasi ini, jalan dari arah Nagoya menuju Simpang Kabil, masih melalui bawah jembatan layang.
“Jadi bagi para pendatang yang melalui jalan itu masih membingungkan,” ujarnya.
Setelah memantau simpang tersebut, Dishub Batam akan mengubah fase waktu menyala lampu lalu lintas di bawah jembatan layang tersebut. Jika sebelumnya ada tiga fase penyalaan lampu lalu lintas yakni dari arah Batam Center menuju Sekupang, dari Sekupang menuju Batam Center, dan Nagoya menuju Simpang Kabil dan sebaliknya yang fasenya digabung, Dishub akan mengubahnya menjadi empat fase. Lampu lalu lintas akan menyala satu persatu di tiap jalur bergantian. (opi)
