batampos.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghargai hasil survei Alvara Research Center terkait kepuasan publik terhadap kinerja lembaga negara di 100 hari kerja pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Hasilnya, kepuasan publik terhadap KPK menurun terutama setelah Undang-Undang Nomor 30 tahun 2002 tentang KPK direvisi.

Berdasarkan hasil survei Alvara pada Agustus 2019, KPK berada pada posisi kedua tertinggi. Namun, pada Februari 2020, KPK berada pada peringkat kelima dengan tingkat kepuasan hanya 71,1 persen.

“KPK tentu menghargai hasil survei tersebut,” kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK, Ali Fikri di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (13/2) malam.

Ali menyadari harapan masyarakat terhadap KPK sangat tinggi. Oleh karena itu, lembaga antirasuah berupaya memaksimalkan upaya pemberantasan korupsi.

Namun, upaya pemberantasan korupsi merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya KPK. Kritik yang ada merupakan penyemangat bagi KPK untuk maksimal menjalankan tugas kerja-kerja pemberantasan korupsi.

“KPK mengajak semua pihak untuk terlibat dalam pemberantasan korupsi. Jika ada kritik terhadap KPK, hal itu kami anggap sebagai penyemangat yang menguatkan KPK dan seluruh insan KPK,” harap Ali.

Ali mengklaim, KPK terus berupaya semaksimal mungkin melaksanakan tugas pemberantasan korupsi di tengah tantangan yang ada saat ini. Menurutnya, KPK terus bekerja dengan menetapkan sejumlah tersangka, melakukan penahanan dan terus melakukan penyelidikan, penyidikan serta penuntutan sebagaimana UU Nomor 19 Tahun 2019.

“Bahkan, jika ada saran lebih lanjut atau data yang lebih rinci yang dapat diberikan ke KPK, maka akan kami pelajari sebagai masukan bagi KPK,” pungkasnya.(jpg)