batampos.co.id – Desa Sebadai Ulu di Kecamatan Bunguran Timur Laut, Natuna, kembali terendam banjir setelah aliran su-ngai meluap setinggi satu meter, Selasa (11/2). Sebanyak 13 warga di desa tersebut harus dievakuasi lantaran rumahnya terendam banjir dan berada di bantaran sungai.

Meluapnya aliran sungai setempat setelah turun hujan lebat, dan sedikitnya merendam 45 rumah. Korban yang mengalami dampak terparah harus dievakuasi tim SAR gabungan untuk menghindari korban jiwa.

Kasubid Operasi, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Natuna, Saleh, mengatakan, sedikitnya 13 warga berhasil dievakuasi tim SAR gabungan. Namun, sebagian warga menolak dievakuasi dengan alasan luapan air tidak akan berlangsung lama.

F. AULIA RAHMAN/BATAM POS
Tim SAR mengevakuasi warga Desa Sebadai Ulu. Desa tersebut dilanda banjir setelah hujan deras, Selasa (11/2).

”13 orang warga yang dievakuasi di antaranya sudah lansia, balita, dan warga yang mengalami lumpuh dan cacat. Jadi, kita evakuasi ke tempat yang agak tinggi dan aman,” ujarnya.

Camat Bunguran Timur Laut, Isparta, mengatakan, Desa Sebadai Hulu menjadi langganan banjir ketika diguyur hujan deras. Desa tersebut merupakan wilayah dataran yang sangat rendah, ditambah alur sungai cukup kecil untuk menampung debit air hujan jika turun lebat.

”Antisipasi banjir semakin parah, sudah kita usulkan pembangunan salur air drainase yang besar, dan pengerukan alur sungai,” pungkasnya. (arn)